Stadion Banyuwangi Mirip Allianz Arena Jerman

Banyuwangi Bagus on 02 March 2015 | 11:32 PM

Stadion Diponegoro, Banyuwangi memiliki wajah baru. Salah satu venue untuk cabang olahraga (cabor) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V 2015 ini, kini sangat mirip dengan Allianz Arena, kandang raksasa Jerman. Hanya saja Diponegoro masih belum memiliki penerangan dan lapangan yang memadahi.

Stadion yang berada di tengah kota ini sudah tak udik lagi. Di tribun sebelah selatan, sudah terbangun tempat duduk penonton plus atap yang membentuk seperti kapal karet. Persis seperti Allianz. Tergambar pula gambar hologram dari penari gandrung, tarian khas kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.

Sayang cantiknya coveranyar tak didukung dengan fasilias yang memadai. Stadion Diponegoro masih belum memiliki penerangan, lapangan yang ditunjak rumput berkualitas, serta papan skor. Khusus untuk lapangan, masih banyak titik-titik gundul tak ada ruput.

"Maksimal pada bulan Mei nanti lampunya sudah ready. Rumput baru juga akan baru. Nanti ditanam sebelum penyelenggaraan. Sedangkan Scoring board-nya electric," jelas Kasi Pemeliharaan LPJU Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Effendi, Minggu (1/3) siang.

Effendi menambahkan, untuk pemasangan lampu akan dilakukan pada bulan Mei mendatang. Ia menyampaikan bahwa pemasangan lampu akan sesuai dengan aturan dari AFC. "Untuk lampu sepakbola, siap bulan Mei. Minimal 1200 lux. Jadi nanti satu tiang ada 30 lampu," sambung Effendi.

Penambahan tribun selatan juga membuat kapasitas tempat duduk di Stadion Diponegoro bertambah menjadi 20 ribu orang. Total biaya yang dikeluarkan untuk renovasi stadion adalah Rp 9.7 miliar. "Mengenai bentuknya yang mirip Allianz Arena, permintaan pak bupati memang seperti itu," tutup Effendi.

Beritajatim.com
11:32 PM | 0 comments | Read More

Banyuwangi Dapat CSR 1M Untuk Kembangkan Sekolah Sahabat Bumi

Banyuwangi Bagus on 28 February 2015 | 11:02 AM

PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation memberi kepercayaan kepada Kabupaten Banyuwangi untuk mengembangkan program Sekolah Sobat Bumi 2015-2017.

Rencananya akan ada dua program yang dijalankan di Banyuwangi yaitu pengembangan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) dan kebun sekolah mini. Program yang dilaksanakan di lingkungan sekolah tersebut akan mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 1 miliar.

Rencananya program ini bertujuan untuk menciptakan banyak kader energi dan lingkungan melalui program Education for Sustainable Development/Sustainable Development Goals (ESD/SDGs), Energi Baru Terbarukan (Biogas, Bahan Bakar nabati/bakarti, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro/PLTMH), dan konsumsi-produksi berkelanjutan (kantin Sehat, Kebun Sekolah Mini, Pengelolaan Sampah).

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjelaskan pihak Pemkab Banyuwangi akan melakukan respon positif dengan melakukan program yang berkaitan dengan lingkungan. "Kami sudah meneken nota kesepahaman dengan Head of Pertamina Foudation, Umar Fahmi, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta," ungkapnya dalam siaran pers, Kamis (26/2/2015).

Di Indonesia hanya delapan kabupaten/kota dan satu provinsi yang mendapatkan bantuan dan Banyuwangi menjadi satu-satunya kabupaten di Jawa Timur yang lolos seleksi program tersebut. Ada indikator penilaian yaitu komitmen Bupati/Walikota, kesiapan sekolah, kesiapan pemerintah kabupaten/kota, leading sector danstakeholders, serta kesesuaian dengan potensi dan masalah yang dihadapi daerah. 

Staf Ahli Pendidikan, Pertamina Foundation, Dr Rida Hesti Ratnasari, mengatakan, Banyuwangi punya sejumlah keunggulan salah satunya adalah pengembangan program pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) cocok dengan karakteristik Banyuwangi yang memiliki sumberdaya air cukup besar.

"Kesiapan sekolah juga menjadi poin unggulan Banyuwangi karena daerah tersebut mempunyai Sekolah Adiwiyata Mandiri yaitu sekolah dengan lingkungan lestari yang telah mendapat pengakuan dari Kementerian Pendidikan.

Nantinya ada kebun raya mini di sekolah yang sesuai dengan kekayaan flora fauna Banyuwangi," jelasnya. 

Sekolah yang memiliki predikat sebagai sekolah adiwiyata mandiri di Banyuwangi adalah SMKN 1 Banyuwangi. Sejak 2013, sekolah ini sudah menyandang adiwiyata mandiri. "Dengan kesiapan ini, Pertamina Foundation akan membantu. Semua dana dari Pertamina Foundation," pungkas Rida.

Kompas.com

11:02 AM | 0 comments | Read More

Festival Bedah Rumah, 241 Rumah Diperbaiki

Banyuwangi Bagus on 19 February 2015 | 7:54 AM

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar Festival Bedah Rumah. Untuk tahap pertama, ada 241 rumah yang akan direnovasi tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Banyuwangi. Festival Bedah Rumah ini bersinergi dengan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari swasta dan BUMN.

Festival ini dikhususkan untuk memperbaiki rumah tak layak huni yang tak bisa dibiayai oleh APBD karena berada di lahan yang tak dimiliki sendiri oleh sang penghuni rumah alias sewa. 

"Satu rumah kami hargai antara Rp 7 juta sampai 10 juta. Pemkab Banyuwangi hanya menyediakan database rumah yang diperbaiki dan sudah terverifikasi. Tahap pertama sampai bulan Mei 2015 sebagai puncak bulan bakti gotong royong," ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Rabu (18/2/2015). 

Untuk penyumbang, dia mengatakan tidak perlu memberikan uang tunai ke Pemda Banyuwangi. namun melalui pihak ketiga untuk membangun atau mengalirkan bantuan melewati pokmas atau disalurkan secara langsung namun didampingi oleh tenaga sosial. 

"Kenapa kami tidak menerima uang cash? Karena untuk menghindari penyelewengan dana. Penyumbang dari berbagai kalangan mulai dari perusahaan ada juga dari sumbangan kepala SKPD yang dikumpulkan atau dari Forpimda," ujarnya saat membuka festival bedah rumah di wilayah Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, Rabu (18/2/2015). 

Dia menjelaskan, pada festival tersebut, rumah yang dibedah tidak harus didirikan di atas tanah milik pribadi namun bisa di tanah orang lain. Berbeda dengan bedah rumah yang menggunakan data APBD dan APBN yang harus menyertakan spesifikasi dan juga harus didirikan di atas tanah pribadi. 

Dia mengklaim sejak tahun 2012, pemkab Banyuwangi telah memperbaiki 3.000 rumah dengan dana APBD dan APBN. "Untuk festival ini diprioritaskan kepada mereka yang tinggal di rumah yang bukan didirikan di atas tanahnya," tuturnya. 

Sementara itu, Jaini (60), warga Lingkungan Gareng, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, mengaku selama 16 tahun, dia tinggal di rumah yang dibangunnya di atas tanah milik seorang pengusaha. Selama tinggal di tanah tersebut, dia tidak pernah membayar uang sewa. Ia mengaku sebelum dibangun rumahnya berdinding anyaman bambu dan ketika hujan bocor. 

"Seneng juga direhab lebih nyaman," ungkap duda yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani tersebut. 

Bukan hanya Jaini, ada empat rumah tetangganya yang juga direnovasi dalam festival tersebut. Dia mengaku bahwa seandainya tanah tersebut diminta oleh pemiliknya, dia pasrah. "Ya gimana lagi kan bukan tanah kita. Tapi kami bersyukur dengan yang ada," pungkasnya.

Kompas.com

7:54 AM | 0 comments | Read More

Banyuwangi Festival 2015 Digelar Lebih Awal, Lebih Variatif dan Unik

Banyuwangi Bagus on 01 February 2015 | 6:37 PM

Banyuwangi Festival 2015
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Banyuwangi Festival (B-Fest) 2015 kini hadir lebih awal,dikemas lebih variatif dan unik dengan menampilkan berbagai potensi Banyuwangi, mulai kekayaan seni budaya, even olahraga dan tak lupa keindahan destinasi wisata.Tanpa meninggalkan kearifan lokal yang dibungkus dalam festival penuh kreatifitas yang bakal digelar sepanjang 2015 mulai akhir Januari hingga awal Desember.

Selain itu dalam rangkaian acara B-Fest tahun ini akan ada banyak agenda yang lebih menekankan pada aspek sosial yang melibatkan semua lapisan masyarakat di Banyuwangi,seperti Festival Toilet Bersih, Festival Kali Bersih, Festival Santri, Festival Bedah Rumah dan Festival Anak Yatim.

Sebanyak 36 even Banyuwangi Festival sudah disiapkan dalam rangkaian kegiatan B-/Fest.Agenda tahunan seperti International Tour de Banyuwangi Ijen, Banyuwangi Batik Festival, dan Beach Jazz Festival akan digelar bersama beberapa kegiatan baru yang belum pernah digelar sebelumnya. 

Selain itu ada event-event berskala nasional yang baru yang tahun sebelumnya belum diadakan seperti, Indonesia Fashion Week Batik Banyuwangi di JCC Jakarta, Festival Barong Nusantara, Banyuwangi Kite Festival, Banyuwangi Nasional Dragbike dan Kite and Wind Surfing Festival. Total semuanya ada 40 event, 4 diluar B-Fest dan 36 terangkai dalam B-Fest.

Beberapa even baru sengaja digelar untuk mengakomodasi berbagai potensi lokal agar terangkat, sekaligus menumbuhkan partisipasi dan kepedulian masyarakat akan daerahnya. Di antaranya Festival Buah Lokal, Banyuwangi Islamic Fashion Week, Festival Permainan Anak, Festival Perkusi dan Festival Toilet Bersih. 

"Banyuwangi Festival tidak hanya digelar untuk mempromosikan daerah dan pariwisatanya, tapi juga untuk memaksimalkan potensi daerah dan memberikan semangat kepada masyarakat untuk bersama-sama membangun Banyuwangi," kata Bupati Azwar Anas.

ALASAN DIGELAR LEBIH AWAL
Perhelatan tahunan Banyuwangi Festival (B-Fest) kembali digelar. Ajang seni budaya dan kretifitas yang menjadi agenda rutin sejak 2012 itu biasanya digelar pada pertengahan hingga akhir tahun, kini digelar lebih awal. Mengapa?

Hal ini menimbulkan kabar tak sedap jika agenda rutin tersebut digelar karena Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas akan habis masa jabatannya pertengahan tahun 2015.

Namun kabar tersebut dibantah Pemkab Banyuwangi jika pagelaran B-Fest digelar lebih awal karena banyak agenda baru sehingga membutuhkan pelaksanaan lebih panjang.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Banyuwangi, Juang Pribadi menjelaskan, ada beberapa pertimbangan yang di evaluasi mengapa agenda B-Fest dibikin 6 bulan lebih awal.

Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya mempunyai 36 even yang masuk dalam rangkaian kegiatan B-Fest, Minggu (1/2/2015).

Pertimbangan digelar lebih awal juga adanya kegiatan lain yang harus dilakoni kabupaten 'Sunrise of Java' yang ditunjuk sebagai tuan rumah kegiatan tingkat Provinsi maupun Nasional seperti, Pekan Olah Raga Provinsi Jatim ke V maupun Parade Budaya Jatim.

"Ini yang menjadi pertimbangan kami. Apalagi tahun ini ada Pilkada serta alasan cuaca yang biasanya jadi kendala di beberapa agenda B-Fest," ungkap Juang pada detikcom.

Selain itu, harapan digelarnya B-Fest lebih awal bisa mendatangkan wisatawan lebih banyak dan lebih lama tinggal di Banyuwangi. Dengan begitu perputaran uang serta tingkat perekonomian masyarakat Banyuwangi semakin meningkat.

“Dengan semakin panjang jadwalnya, otomatis para wisatawan bisa lebih lama tinggal di Banyuwangi dan perputaran ekonomi juga semakin besar,” tandasnya.

Detik.com, Beritajatim.com

6:37 PM | 0 comments | Read More

Festival Toilet Bersih Awali Banyuwangi Festival 2015

Banyuwangi Bagus on 30 January 2015 | 10:46 PM

Festival Toilet Bersih Banyuwangi 2015.
Banyuwangi Festival (B-Fest) yang digelar tiap tahun kembali digeber. Sebagai pembuka ajang B-Fest 2015, Banyuwangi meluncurkan Festival Toilet Bersih. Acara yang baru pertama kali digelar di rangkaian B-Fest ini mengajak partisipasi dan kepedulian langsung seluruh warga terhadap kebersihan lingkungan terutama fasilitas toilet.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menjabarkan, Festival Toilet Bersih juga melibatkan pengelola tempat wisata, perhotelan, pondok pesantren, sekolah, tempat ibadah, kantor swasta, hingga instansi publik. Even ini berlangsung selama enam bulan ke depan dengan lomba kebersihan toilet di mana profil dan kedatangan juri dirahasiakan.

Gerakan toilet bersih ini, menurut Anas bisa digunakan untuk mengukur kepedulian warga terhadap kebersihan. Sebab keberadaan toilet selama ini dianggap remeh temeh dan disepelekan. Keberadaan toilet kini dianggap juga ikut merepresentasikan kepribadian masyarakat setempat.

"Kami terus berupaya menjadikan Banyuwangi sebagai daerah yang sehat dan nyaman untuk ditinggali. Gerakan toilet bersih kami festivalkan agar masyarakat bisa menerimanya dengan senang dan gembira sama seperti saat mereka menikmati festival budaya atau musik," urai Anas usai launching Festival Toilet Bersih di Taman Blambangan, Jumat (30/1/2015).

Dihadiri ribuan warga Banyuwangi dari berbagai element, Anas menegaskan jika gerakan toilet bersih ini tak hanya dikemas dalam tajuk sebuah gelaran festival. Tapi kini Banyuwangi miliki kepentingan untuk terus berbenah, sebab Bumi Blambangan ini kini mulai tumbuh menjadi destinasi wisata yang digemari wisatawan.

Bupati putra daerah ini menambahkan, Banyuwangi ingin ikut berkontribusi pada upaya meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia yang saat ini berada di peringkat 70 dari 144 negara berdasarkan Travel and Tourism Competitiveness Index dari World Economic Forum (WEF).


"Toilet adalah salah satu fasilitas penunjang pariwisata yang sangat penting. Ini juga ikut menentukan daya saing wisata karena wisatawan akan sangat menikmati daerah yang fasilitas penunjangnya memadai.Gerakan toilet bersih menjadi sumbangsih kecil Banyuwangi untuk pariwisata Indonesia yang ke depan saya yakini semakin maju," pungkasnya.

Detik.com
10:46 PM | 0 comments | Read More