Kolaborasi Telkomsel dan Ebay, Lahirlah Blanja.com

Banyuwangi Bagus on 26 May 2015 | 8:56 AM

blanja.com
Belanja online kini menjadi tren yang kian berkembang pesat di Indonesia. Kemajuan teknologi telah melahirkan sebuah terobosan dalam berbisnis. Sesuai dengan hasil survei Nielsen Indonesia (2014), konsumen Indonesia mulai menyukai belanja online seiring dengan meningkatnya penetrasi Internet di Indonesia. Dampak positifnya, situs-situs belanja online pun bermunculan bak cendawan di musim hujan.

Menurut data Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII), sampai 2014 jumlah pengguna Internet di Indonesia mencapai sebanyak 88,1 juta sekaligus mendudukkan Indonesia di peringkat ke-6 di dunia dalam hal jumlah pengguna internet. Dari jumlah itu 27% diantaranya pernah berbelanja online.

Pada tahun 2013 nilai transaksi belanja online Indonesia mencapai Rp 94,5 triliun dan tahun ini diperkirakan tumbuh tiga kali lipat menjadi Rp 295 triliun. Mendatang angka ini dipastikan terus membesar mengingat tren belanja online ini telah menjadi gaya hidup global.

Tentu saja ini potensi yang besar. Padahal survei APJII mencatat, di tahun 2012 lalu saja, rata-rata tiap orang yang berbelanja online akan menghabiskan uang sebesar Rp 200-300 ribu. Dengan semakin tingginya pengguna internet di Indonesia, bisa dikalkulasikan betapa besar potensi belanja online ke depan. Apalagi mayoritas pengguna internet di Indonesia mengaksesnya melalui smartphone yang ketersediaannya menjangkau sampai pelosok desa dan harganya kian terjangkau. Survey Nielsen menunjukkan, perangkat yang paling sering digunakan untuk berbelanja online adalah telepon seluler (ponsel). 

Tak pelak daya tarik kemudahan dan kepraktisan menjadi daya tarik orang mencoba belanja online. Survei Google 2014, menunjukkan 1 dari 2 orang yang punya akses online namun belum pernah berbelanja online mengaku akan mencobanya dalam 12 bulan mendatang. Ini menunjukkan tingginya minat masyarakat berbelanja online.

Tidak heran jika situs belanja online belakangan ini semakin menjamur dengan berbagai bentuk platform, mulai dari forum jual beli, market place, toko online sampai memanfaatkan media sosial.

Beberapa pemain besar pun tertarik masuk ke bisnis ini. Salah satunya Telkomsel. Tak tanggung-tanggung, perusahaan telekomunkasi terkemuka Indonesia ini menggandeng eBay,  sebuah situs jual beli atau lelang online terbesar di dunia yang reputasinya tak diragukan lagi. Hasil kerjasama Telkomsel dan eBay melahirkan perusahaan market place Blanja.com. 

Blanja.com hadir sebagai market place yang menghubungkan antara penjual dan pembeli, dengan menawarkan berbagai macam produk unggulan. Keberadaan Blanja.com akan memperkuat ekosistem digital Telkomsel, khususnya di bidang e-commerce dan m-commerce dan sekaligus melengkapi layanan digital (digital services) Telkomsel yang terdiri dari Digital Advertising, Digital Lifestyle, Digital Payment & Banking dan Digital SME Solutions. 

Dengan dilaunchingnya Blanja.com secara resmi di Jakarta  8 Desember 2014, maka  makin menyemarakkan dunia market place di Indonesia. Netizen mempunyai pilihan beragam untuk belanja online, sedangkan bagi pelaku UKM (usaha kecil menengah) semakin mudah untuk memasarkan hasil produksinya dengan membuka toko online di Blanja.com secara gratis.

BLANJA.COM AMAN, MUDAH DAN LENGKAP

Apa yang membuat Blanja.com berbeda dengan situs market place lainnya? Pertama tentu saja dukungan eBay sebagai mitra bisnis akan membuat Blanja.com mempunyai posisi yang kuat di benak pembeli online. Reputasi kelas dunia yang dimiliki eBay tentunya membuat publik tidak meragukan bonafiditas Blanja.com sebagai situs belanja online yang aman dan terpercaya.

Selain itu ada sejumlah kelebihan lain dari Blanja.com, diantaranya adalah :

Aman
Keamanan menjadi isu utama dalam jual-beli online, dimana sering terjadi penipuan oleh penjual maupun pembeli. Hal ini secara khusus telah diantisipasi oleh Blanja.com.

Keamanan berbelanja di Blanja.com dilakukan dengan mewajibkan para penjual (seller) di situs ini untuk menunjukkan identitas berupa copy SIUP dan NPWP bagi penjual badan usaha (perusahaan) dan KTP/SIM bagi penjual perorangan. Selain itu, berbeda dengan market place lain (ga boleh sebut nama ya…), di Blanja.com pembayaran transaksi jual-beli TIDAK BOLEH dilakukan secara langsung antara penjual dan pembeli, melainkan HARUS melalui pihak Blanja.com.

Jadi mekanismenya, pembeli membayar barang yang diminatinya ke rekening perusahaan Blanja.com, kemudian penjual mengirimkan barang yang dipesan pembeli. Setelah pembeli menerima barang sesuai pesanannya, penjual baru menerima uangnya. Jadi di sini Blanja.com berfungsi sebagai penengah atau fasilitator antara pembeli dan penjual. Bahkan di Blanja.com pembeli yang menerima barang yang tidak sesuai yang dipesan, diperbolehkan melakukan retur alias pengembalian barang. Kalau begini apa nggak aman dan nyaman namanya?

Kemudahan Pembayaran

Untuk memudahkan pembelian barang, Blanja.com memberikan berbagai pilihan dalam hal metode pembayaran. Pembeli dapat memilih metode pembayaran melalui transfer ATM,  T-Cash, kartu kredit,  Internet Banking, dan COD (Cash on Delivery), yaitu pembayaran yang dilakukan oleh pembeli ketika barang telah tiba di tangannya. Untuk pembayaran online, Blanja.com menerima pembayaran melalui BCA, Bank Mandiri dan Bank Permata.

Blanja.com Lengkap
Hingga saat ini Blanja.com telah memiliki lebih dari 1 juta produk yang lebih dari 90% nya adalah produk lokal yang disediakan oleh para penjual yang terdiri dari pebisnis individu, UKM dan brand ritel ternama yang dikelompokkan dalam 10 kategori utama, yaitu Fashion & Aksesoris; Kesehatan & Kecantikan; Telepon Genggam & Gadget; Anak, Bayi & Mainan; Rumah & Elektronik; Komputer; Film, Musik & Buku; Otomotif; Fotografi & Video; dan Sport, Travel & Food. Bahkan Blanja.com menargetkan mampu mencapai 4-5 jutaan produk untuk barang yang laku pada akhir tahun 2015.

Nah, tunggu apa lagi? Apapun kebutuhan Anda, Blanja.com siap melayani!


#review
8:56 AM | 0 komentar | Read More

8 Tahun Dipenjara, Lilik Lolos Dari Hukuman Mati Di Arab Saudi

TKI Lilik dari Banyuwangi lolos dari hukuman mati di Saudi Arabia.
Penantian Lilik Ernawati (44), tenaga kerja wanita (TKW) asal Dusun Sambirejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, untuk kembali ke keluarganya terwujud. TKW yang dikabarkan terancam hukuman pancung tersebut akhirnya dibebaskan setelah selama delapan tahun dipenjara dan kembali ke Banyuwangi pada Senin, 25 Mei 2015.

Lilik mengaku kaget saat pertama kali mendengar kabar bahwa dia akan segera dieksekusi mati karena terseret kasus dugaan pembunuhan. "Saya tidak pernah divonis hukuman mati. Tapi, memang selama delapan tahun menjalani sidang dan saya dipenjara di Jeddah. Tapi, akhirnya dilepaskan karena memang tidak terbukti," kata Lilik.

Perempuan yang sudah mempunyai dua cucu tersebut bercerita, dia berangkat ke Arab Saudi pada tahun 2004. Saat itu, dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga. "Karena majikan saya jahat, akhirnya saya memutuskan melarikan diri. Paspor serta semua administrasi ditahan majikan," ungkap dia.

Kemudian, Lilik bekerja di sebuah sekolah sebagai pembersih kamar mandi hingga akhirnya ditahan pada tahun 2007 dengan tuduhan ikut serta membantu pembunuhan terhadap Siti Aisyah, warga negara Indonesia, asal Jawa Barat, yang dibunuh oleh seorang laki laki berkebangsaan Banglades.
"Saat itu saya bersumpah di atas Al Quran bahwa saya tidak tahu, tidak mendengar, dan tidak melihat apa pun yang berkaitan dengan kasus tersebut," kata Lilik.

Bahkan saat diberikan empat lembar foto, Lilik mengaku tidak ada satu orang pun di foto itu yang dia kenal. "Saya sudah tidak pernah lagi berkomunikasi dengan pria asal Banglades tersebut karena memang tidak akrab dan tidak ada hubungan apa-apa. Saya dengar dia masih dipenjara, tapi tidak pernah ketemu langsung," ujar dia.

Selama di penjara, Lilik mengaku bekerja menjual kopi untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Selain itu, dia juga mendapatkan uang saku sebesar 150 riyal per bulan. "Namun, yang saya terima 145 riyal karena lima riyal dipotong untuk beli pembalut. Selain itu, juga dapat dua potong baju baru setiap Lebaran," kata dia.

Ia juga mencoba menghabiskan waktunya dengan beribadah. Lilik mengaku yakin dia akan segera pulang ke Indonesia. "Saya pasrahkan hidup kepada Allah karena hidup ini sudah ada yang ngatur. Walau mati di penjara, saya sudah ikhlas," ungkap dia dengan mata berkaca-kaca.
Bahkan, Lilik pun sempat berkata kepada kakaknya yang berada di Bali bahwa jika dia mati, keluarga harus mengikhlaskan jasadnya tidak dibawa pulang ke Indonesia. "Saya bilang biar aja dikubur di Arab, soalnya enggak ada uang buat bawa pulang ke Indonesia," kata dia.

Dia mengaku, selama di penjara, dia selalu menelepon keluarganya di Banyuwangi untuk memberikan kabar mengenai perkembangan kasusnya. "Saya teleponnya sembunyi-sembunyi, nyewa handphone 10 riyal per jam di penjara. Dulu pernah punya, tapi saya jual soalnya takut ketahuan. Kalau ketahuan, diisolasi di dalam kamar mandi. Saya takut kalau ada hantunya," kata dia sambil tersenyum.

Pulang bawa uang Rp 350.000 serta kangen tempe dan sambal

Dari pernikahannya, Lilik memiliki tiga anak, yaitu Nur Hoiri, Agus, dan Nadia. "Anak kedua dan ketiga sudah menikah. Yang pertama belum, katanya nunggu saya pulang," kata dia.
Sementara Agus, anak keduanya, memilih bekerja di perkebunan kelapa sawit Malaysia sejak setahun terakhir. Lilik juga bercerita bahwa anak perempuannya sempat menghubunginya untuk meminta izin menjadi TKW ke luar negeri.

"Saya melarang keras. Enggak gampang jadi TKW di negeri orang. Jangan anak perempuan saya. Masih trauma. Biar dia Indonesia bekerja apa saja yang penting halal," ungkap dia.
Lilik mengaku pertama kali sampai di rumah, dia minta dibuatkan sambal dan tempe. "Kangen makanan Indonesia. Selama di penjara, saya enggak enak makan," ujar Lilik.

Selama 11 tahun meninggalkan Indonesia, ia mengaku tidak ada perubahan dalam hidupnya. Kondisi rumah ibunya pun masih tetap sederhana dan tidak direnovasi. "Semua hasil kerja saya untuk biaya hidup anak-anak. Saya juga tidak bisa menuntut hak-hak saya karena saya tidak punya paspor. Tetapi, yang penting saya bisa pulang," tutur dia.

Saat pulang ke Indonesia, Lilik mengaku hanya membawa uang sekitar Rp 350.000 hasil tabungannya selama di penjara. "Semua biaya ditanggung pemerintah, tapi yang penting saya pulang. Saya sudah enggak mau ke sana lagi," kata dia.

Kompas.com
8:32 AM | 0 komentar | Read More

Lambat Garap Bandara, Ninda Karya Didenda Rp 5,8 Miliar

Banyuwangi Bagus on 25 May 2015 | 10:59 PM

Maket Bandara Blimbingsari Banyuwangi
PT Nindya Karya baru menyelesaikan proyek pada akhir Februari 2015. Padahal dalam kontrak, proyek yang didanai APBD Provinsi Jawa Timur dan APBD Banyuwangi itu harus rampung akhir Desember 2014.

Menurut Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas, Badan Pemeriksa Keuangan meminta PT Nindya Karya menyetor Rp 5,8 miliar ke kas negara. Dana tersebut sebagai denda keterlambatan dan kelebihan volume atas pengerjaan terminal baru Bandara Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. “Itu hasil pemeriksaan BPK terbaru,” kata Bupati Azwar Anas, Senin, 25 Mei 2015.

Menurut Azwar Anas, perusahaan pelat merah di jasa konstruksi itu memenangkan tender pengerjaan terminal baru Bandara Blimbingsari senilai Rp 40 miliar. Namun PT Nindya Karya gagal mengerjakan proyek sesuai tenggat.

Kepala Dinas Bina Marga Pekerjaan Umum Mujiono menjelaskan PT Nindya Karya baru menyelesaikan proyek pada akhir Februari 2015. Padahal, pada kontrak proyek yang didanai APBD Provinsi Jatim dan APBD Banyuwangi itu harus rampung akhir Desember 2014. “Proyek terlambat 50 hari,” kata Mujiono.
Saat pemeriksaan BPK berlangsung, PT Nindya Karya juga belum melengkapi sejumlah material sesuai kontrak, di antaranya material untuk atap dan pelengkap kisi-kisi pada kayu. Menurut Mujiono, material tersebut terlambat didatangkan karena harus impor dari Spanyol.

Menurut Mujiono, PT Nindya Karya telah menyetor Rp 4 miliar pada Jumat, 22 Mei 2015. BPK memberi tenggat waktu pelunasan selama 60 hari hingga pertengahan Juli 2015. Bila melebihi batas tersebut, PT Nindya Karya bisa dikenai sanksi pidana.
Pemerintah Banyuwangi menunjuk arsitek Indonesia, Andramatin, untuk membuat konsep green airport, yang hemat energi. Bahan utama bangunan yakni dari kayu ulin bekas dengan atap tertutup rumput. Kapasitas terminal baru ini bisa menampung penumpang hingga 250 ribu orang setahun.

Tempo.co
10:59 PM | 0 komentar | Read More

MTQ Jatim 2015 Diikuti 1.671 Qori-Qoriah

Pembukaan MTQ Jawa Timur 2015 di Banyuwangi.
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Jawa Timur Ke-26 yang dipusatkan di Banyuwangi resmi dibuka Gubernur Jatim Soekarwo di Taman Blambangan, Sabtu (23/5) malam.

Pembukaan diisi ceramah dari KH Muzakki Syah, pengasuh Pondok Pesantren Al- Qodiri, Jember, dan dihibur penyanyi religi Opick. Sejumlah bupati dan wali kota di Jatim hadir dalam acara pembukaan ini. Untuk tahun sekarang kegiatan dua tahunan yang diselenggarakan Pemprov Jatim ini diikuti 1.671 peserta dan sekitar 400 pendamping dari seluruh daerah di Jatim, berlangsung hingga 30 Mei 2015. 

Dalam sambutan Soekarwo mengatakan, MTQ merupakan sarana syiar Islam untuk mengajak pada kebaikan dan kedamaian. MTQ juga menjadi perekat harmoni dalam mewujudkan kesejahteraan. Dia berharap MTQ tidak hanya sebatas kegiatan rutin, melainkan sarana menjadi pribadi yang lebih baik. ”Dengan akhlak yang terjaga, kesejahteraan bisa semakin dekat,” ujar Soekarwo. 

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemprov Jawa Timur yang telah memberikan kepercayaan kepada Banyuwangi untuk menjadi tuan rumah MTQ tahun ini. Dia berharap, penyelenggaraan MTQ di Banyuwangi juga bisa mendorong pergerakan ekonomi masyarakat Bumi Blambangan. 

”Terima kasih kepada Pakde Karwo atas kepercayaannya. Semoga kegiatan ini juga bisa ikut mendorong gerak perekonomian masyarakat kami dengan kehadiran lebih dari 2.000 orang ke Banyuwangi,” kata Anas. Ada 22 hotel di Banyuwangi yang disewa oleh para peserta/ pendamping dari seluruh Jatim. ”Ini tentu menggerakkan perekonomian warga. Sekali lagi kami berterima kasih kepada Gubernur Jatim Pakde Karwo yang telah memberi kepercayaan kepada Banyuwangi,” kata Anas. 

MTQ tahun ini melombakan 12 cabang. Antara lain lomba baca Quran golongan remaja dan tuna netra, lomba karya tulis ilmiah Alquran, tafsir dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, serta kaligrafi. Selama sepekan berlangsungnya MTQ juga digelar pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari seluruh Jatim. Total ada 76 stan UMKM dari 38 kabupaten/kota. 

Selain itu, masih ada 70 stan khusus UMKM lokal Banyuwangi. Sebelum pembukaan resmi, MTQ juga diramaikan oleh pawai tataaruf yang diikuti 38 delegasi dari seluruh kabupaten/ kota se-Jatim. Pawai tataaruf merupakan kesempatan mengenalkan budaya seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, terutama budaya dalam konteks perkembangan Islam di daerahnya. 

Koran-sindo.com
8:30 PM | 0 komentar | Read More

Meriah, Pawai Ta'aruf MTQ Di Banyuwangi

Banyuwangi Bagus on 23 May 2015 | 4:30 PM

Pawai Ta'aruf MTQ di Banyuwnagi 2015.
Ribuan masyarakat menyemut di sepanjang jalan protokol Kota Banyuwangi melihat Pawai Ta'aruf Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ). Pawai yang melibatkan 38 kabupaten/kota Se Jawa Timur itu berlangsung meriah.
Semua defile yang tampil dalam pawai ini tampak menyuguhkan kemegahan yang mencirikan kekhasan masing-masing daerah. Seperti Kabupaten Tuban yang merupakan kabupaten dengan julukan bumi para wali menampilan tarian para sufi yang ditampilkan sangat manis. Di belakangnya ada replika perahu layar cukup besar dengan mengusung slogan Tuban Bumi Wali Spirit of Harmony.

Begitu juga Kota Probolinggo, menampilkan replika masjid bernuansa ungu dan diberi ornamen Al-Qur'an raksasa yang sangat megah dan besar. Kota penghasil anggur dan mangga ini mendapat aplaus banyak dari para penonton.

Sementara Kota Pahlawan, Surabaya menampilkan miniatur Masjid Ampel dengan ornamen bedug dan Al-Quran yang megah. Tak mau kalah dengan Surabaya, Kabupaten Bangkalan juga mengusung sebuah replika masjid. Bedanya masjid Bangkalan ini disambung Jembatan Suramadu raksasa.
Sementara Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, sebagai tuan rumah MTQ 2015 ini menyatakan, pawai ini bisa menjadi ta'aruf ekonomi. Karena masing-masing kabupaten mempertontonkan kekhasan daerahnya dengan semaksimal mungkin.

"Selain membangun ukuwah Islamiyah, gelaran ini bisa juga membangun ukuwah seni dan budaya. Apalagi di gelaran MTQ ini juga dilengkapi dengan pameran seni, kerajinan dan UMKM," kata Bupati Anas.

Sementara Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur, Akhmad Sukardi, yang membuka pawai ini menambahkan, event dua tahunan ini sekaligus melestarikan seni dan budaya daerah yang bernapaskan Islami.

"Ini sebagai wujud ekspresi suka cita MTQ, dengan ini kami harapkan momentum ini bisa terus menumbuhkan ukuwah Islami, syiar Islam yang aman dan damai serta menjunjung tinggi sikap menghormati terhadap agama lain," kata Sekda.

Dalam pawai sebagai kegiatan sebelum dibukanya MTQ malam nanti, dihadiri para bupati/walikota yang ada di Jawa Timur. Diantaranya, Wakil Bupati Sampang H Fadhilah Budiono, Bupati Blitar, Sumenep, Tuban, Pasuruan, Trenggalek juga Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Departemen Agama Jawa Timur Mahfud Shodar, serta seluruh jajaran forum pimpinan daerah (forpimda) Banyuwangi dan seluruh kepala SKPD Kabupaten Banyuwangi.

Sebagai tuan rumah, Banyuwangi menjadi pembuka pawai dengan mengusung tema Ngerandu-ndaru yang artinya menunggu datangnya mukjizat. Dengan menampilkan tarian yang mengkisahkan datangnya agama Islam ke Banyuwangi. Disusul 37 kabupaten/kota dan terakhir ditutup Kabupaten Trenggalek. Start depan pemkab, Jalan A Yani-Jalan Dr Soetomo menuju Jalan Wahidin Sudiro Husodo dan finish di Taman Blambangaan.

Usai pawai ta'aruf rangkain gelaran MTQ ke-26 ini akan dilanjutkan dengan pameran UMKM di Taman Blambangan. Sementara opening ceremony MTQ digelar malam hari oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan dimeriahkan sholawatan bersama dengan Opick dan KH Ahmad Muzaki Syah dari Jember.

Detik.com
4:30 PM | 0 komentar | Read More

Bupati Janji Perbaiki Jalan Kampung Bongkoran-Wongsorejo

Infrastruktur di Banyuwangi : jalan Kampung Bongkoran, Wongsorejo, Banyuwangi akan diperbaiki.
Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas, berjanji akan memperbaiki akses jalan menuju Kampung Bongkoran, Kecamatan Wongsorejo. Jalan yang mulus diharapkan bisa membuat ambulans masuk ke kampung yang dihuni 287 keluarga itu. Selama ini, ambulans kesulitan menembus kampung itu karena faktor akses jalan.

Bupati Azwar berupaya membuka akses itu dengan membuat jalan yang mulus. “Agar ibu-ibu hamil tidak perlu diangkut truk saat akan melahirkan,” ujar Bupati, Kamis, 21 Mei 2015.

Menurut Azwar, dia mengumpulkan Camat dan Kepala Puskesmas Wongsorejo pada Rabu malam, 20 Mei 2015. Dalam pertemuan itu, Azwar menyatakan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi akan memperbaiki jalan ke kampung sepanjang 5 kilometer itu setelah status tanahnya menjadi milik pemerintah. Sebab, status jalan itu masih milik PT Wongsorejo, perusahaan pemegang hak guna bangunan untuk kawasan industri.

Pemerintah, tutur dia, akan berupaya menjadikan lahan itu menjadi akses jalan warga Kampung Bongkoran. Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso, Nihayatul Wafiroh, juga berharap Pemkab Banyuwangi bisa membangun layanan kesehatan permanen di kampung itu. Bila tidak bisa, minimal layanan posyandu bisa dilakukan setiap satu bulan sekali.

“Warga mengeluh, katanya posyandu (hanya) ada enam bulan sekali,” kata Ninik, yang pekan lalu ke Bongkoran."

Ibu-ibu hamil di Kampung Bongkoran terpaksa diangkut truk untuk pergi ke puskesmas atau rumah sakit saat akan melahirkan karena kondisi jalan yang buruk. Jalan sepanjang 5 kilometer ke kampung ini hanya bisa dilewati truk dan sepeda motor.

Warga menyewa truk dengan biaya Rp 200 ribu. Ada delapan unit truk milik warga yang sehari-hari dipakai untuk mengangkut hasil panen, seperti jagung dan cabai. Saat hujan, waktu tempuh truk dari Kampung Bongkoran hingga puskesmas terdekat bisa dua jam. Akibatnya, beberapa ibu hamil akhirnya melahirkan di atas bak truk.

Tempo.co
4:20 PM | 0 komentar | Read More