Banyuwangi Festival

Klik untuk memperbesar
Powered by Blogger.

Banglades Pesan 18 Kapal Buatan Banyuwangi

Banyuwangi Bagus on 29 October 2014 | 9:19 AM

Bangladesh pesan kapal buatan Banyuwangi
Setelah TNI AL memesan kapal perang canggih berupa kapal cepat rudal Trimaran, kali ini giliran Angkatan Laut Banglades memesan 18 coast guard sebagai pelengkap alat keamanan negara tersebut kepada salah satu industri kapal di Banyuwangi, yaitu PT Lundin Industry Invest.

Hal tersebut diungkapkan Commodore Yahya Syed, Deputy Director General Bangladesh Coast Guard, saat berkunjung di Banyuwangi, Selasa (28/10/2014). Ia menjelaskan, industri kapal di Banyuwangi dipilih karena dianggap memiliki teknologi canggih yang tidak banyak dimiliki oleh industri serupa di negara lain.

"Di sini, kapal diproduksi menggunakan fiber yang kuat dan tahan korosi. Yang memproduksi kapal menggunakan fiber selama ini hanya di Eropa," ujar Syed.

Ia menjelaskan, kerja sama tersebut juga dijadikan transfer teknologi antara Banglades dan Indonesia di bidang perkapalan, yaitu dengan melibatkan enam staf perusahaan kapal Banglades pada proses pembuatan kapal tersebut.

"Kami juga telah melihat profil perusahaan, dan yakin kalau perusahaan ini akan menjadi yang terbaik di dunia," imbuh Syed.

Sementara itu, Lizza Lundin, Direktur PT Lundin Industry Invest, mengatakan, pemesanan 18 kapal patroli dari Banglades tersebut bernilai Rp 75 miliar. Proses pengerjaan kapal dilakukan dengan sistem paralel hingga semua pesanan akan rampung dalam kurun satu tahun, sesuai yang ditargetkan.
"Ini merupakan produk baru kami yang awalnya kami ikutkan dalam pameran maritim di Jakarta. Ternyata, sambutannya sangat baik, dan Banglades menjadi negara asing pertama yang memesan kapal jenis ini," ujar Lizza.

Sementara itu, 18 kapal yang dipesan oleh Angkatan Laut Banglades merupakan tipe X12 High Speed Patrol Boat monohold (lambung tunggal), dengan spesifikasi panjang keseluruhan 11,70 meter, panjang haluan 9,60 meter, panjang balok 3,54 meter, lambung yang terendam dalam air 0,84 meter, kecepatan maksimum 35 knot, kapasitas bahan bakar 2 x 675 liter, dan memiliki dua mesin utama.

"Sebelum dikirim ke Banglades, nantinya kapal-kapal ini akan melalui test tank di Indonesia, Australia, dan Selandia Baru," kata Lizza.

Ia menjelaskan, pihaknya selama ini telah banyak memenuhi pesanan kapal dari berbagai negara, seperti Amerika, Rusia, Australia, Malaysia, Brunei, Thailand, Swedia, Hongkong, dan kawasan Timur Tengah.

Kompas.com
9:19 AM | 0 comments | Read More

Arief Yahya, Menteri Pariwisata Dari Banyuwangi

Banyuwangi Bagus on 27 October 2014 | 12:52 AM

Arief Yahya, Menteri Pariwisata dari Banyuwangi.
Barangkali tidak banyak yang memperkirakan bahwa Arief Yahya ditunjuk sebagai Menteri Pariwisata dalam Kabinet Kerja Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Pasalnya, lelaki kelahiran Banyuwangi, 2 maret 1961, ini jauh dari sorotan media. 

Sebelumnya dia adalah CEO PT Telekomunikasi Indonesia. Jabatan itu diembannya sejak 11 Mei 2012, menggantikan posisi Rinaldi Firmansyah.

Jokowi punya alasan sendiri mengapa menunjuk Arief sebagai Menteri Pariwisata. Arief adalah sosok yang mumpuni di bidang pemasaran.

"Arief Yahya adalah seorang profesional. Beliau juga penerima anugerah Marketer of the year 2013," jelas Presiden Jokowi pada saat mengumumkan Kabinet Kerja di halaman belakang Istana Merdeka, Jakarta. 

Kendati tak memiliki latar belakang tentang industri pariwisata, Arief Yahya dianggap memiliki pengetahuan mumpuni tentang information communication technology ( ICT).

"Potensi pariwisata di Indonesia sangat besar dan tak perlu diragukan lagi. Namun, sekarang yang penting bagaimana mengintegrasikan kekayaan alam dan teknologi," ujarnya setelah perkenalan Kabinet Kerja, Minggu (26/10).

Soal target, Arief mengatakan Presiden Jokowi akan memberi arahan program kerja bagi semua menteri besok. Nantinya, dia akan meningkatkan pemasaran dan branding objek-objek pariwisata di seluruh nusantara.

"Negara tetangga bisa menarik lebih dari 20 juta wisatawan asing. Saya yakin kita juga bisa mengingat besarnya potensi sumber daya alam dan budaya Indonesia," katanya.

Nama Arief Yahya sebelumnya sempat disebut-sebut akan mengisi posisi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) karena ia memiliki pengetahuan tentang information communication technology ( ICT). Namun ternyata Arief justru ditunjuk sebagai Menteri Pariwisata karena keahlian pemasarannya.

Arief lulus dari SMA/SMPP 1 Banyuwangi (kini dibagi menjadi dua sekolah, yaitu SMA Negeri 1 Glagah dan SMA Negeri 1 Giri) pada 1979. Ia dibesarkan dalam keluarga sederhana.  Ayahnya, H. Said Suhadi, berprofesi sebagai pedagang dan ibu, Hj Siti Badriya aktif dalam organisasi keagamaan. Arief mengambil teladan dari kedua orang tuanya, terutama dari ibu. Ibunya tak pernah menunjukkan wajah muram namun selalu menunjukkan perjuangan tanpa henti dan selalu memberi yang terbaik kepada anak-anaknya.

Arief meniru keteladanan ibunya dengan selalu berjuang dengan sepenuh hati dalam pendidikannya. Berbekal itulah, Arief berhasil menjadi mahasiswa Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Elektro.

Hal utama yang dia pelajari dari ibunya adalah dalam menjalani sesuatu yang terpenting adalah ketekunan. Berkat ketekunan itu Arief lulus dari ITB dengan nilai yang sangat memuaskan, yang dia persembahkan kepada orang tuanya.  Setelah lulus dari ITB, Arief memulai karir di PT Telkom dan berhasil menjadi salah satu karyawan Telkom yang terpilih mengikuti program Master Telematika (Software & Telecommunications)  di Surrey University, Inggris.

Arief Yahya yang baru saja menyelesaikan program doktoralnya di Universitas Padjajaran, Bandung, ini senantiasa memegang semboyan hidupnya, yakni "Success without plan is luck. Success with plan is achievement…!". Mungkin ini salah satu faktor penting yang membuatnya sukses dalam pendidikan dan karir.

Keterlibatan Arief Yahya terhadap kemajuan kota kelahirannya Banyuwangi diwujudkan dalam bentuk dukungan PT Telkom dalam pengembangan Banyuwangi menuju digital society , antara lain berupa pemilihan Kabupaten Banyuwangi sebagai percontohan nasional program digital society oleh PT Telkom, pemasangan ribuan Wifi, dan pembangunan taman digital di Pantai Boom. Pada Hari Kebangkitan Nasional 2013, Arief Yahya pernah menjadi guru sehari di almamaternya SMA Negeri 1 Glagah dalam rangka Gerakan Direksi Mengajar untuk memberi motivasi pada generasi muda.

Dengan terpilihnya Arief Yahya sebagai Menteri Pariwisata tentunya diharapkan akan semakin mendukung pengembangan pariwisata Banyuwangi.

REKAM JEJAK ARIEF YAHYA
Selama hidupnya, Arief banyak menorehkan prestasi. Pada 2002, dia menjadi The Best Kandatel (Kantor Daerah Telekomunikasi), Pemasaran telepon terbaik Telkom Jakarta, Gema Telkom Award 2 kali, Telkom Jakarta Barat.

Di tahun yang sama, Arief diganjar penghargaan atas keberhasilan kecepatan Recovery Fastel, akibat bencana banjir di Kawasan Segitiga Emas Jakarta untuk Telkom Jakarta Barat.  Kandatel Terbaik Malcolm Baldrige National Quality Award, 614, Score terbaik Nasional, Telkom Jakarta Barat.

Pada 2003, dia menjadi Kepala Divisi Regional (Kadivre) Terbaik The Best Sponsor, Aktualisasi Budaya Korporasi The Telkom Way 135, Kadivre VI Kalimantan. The Best DIVRE in Corporate Culture Actualisation The Best Unit, Aktualisasi Budaya Korporasi The Telkom Way 135, DIVRE VI Kalimantan.

Arief juga mendapat penghargaan sebagai Pencetusan Exclusive Service Area (ESA), berupa penyediaan dan penyelenggaraan Fastel di daerah terpencil oleh pihak ke III, di Tanjung Redeb, sebanyak 1000 sst. Zero Accident Award Penghargaan Kecelakaan Kerja Nihil 2003 dari Menakertrans, Telkom Kalimantan. Divre Terbaik, Rocky of The Year 2003, Untuk Management Flexi, DIVRE VI Kalimantan. 

Sejak tahun 2005 ia menduduki jabatan sebagai Direktur Enterprise dan Wholesale Telkom Indonesia. Ketika itu, Arief memperoleh beberapa penghargaan. Antara lain Satyalencana Pembangunan di tahun 2006 atas keberhasilan dalam Peningkatan Pelayanan Prima di Kalimantan dan Jawa Timur dari Presiden RI.

Arief masuk daftar "25 Business Future Leader" versi majalah Swa pada 2012. Ia juga terpilih sebagai penerima Economic Challenge Award 2012 kategori Industri Telekomunikasi, penerima Anugerah Business Review 2012 dari majalah Business Review dan terakhir terpilih sebagai The CEO BUMN Inovatif Terbaik 2012. Pada 2013, Arief Yahya meraih penghargaan "Marketeer of the Year" 2013 atas perannya dalam dunia pemasaran.

Sejak 2012 ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Telkom. Di bawah kepemimpinannya, bisnis Telkom dan anak perusahaannya terus berkembang sampai ke luar negeri.

Pada 2012, Telkom (PT Telekomunikasi Indonesia Tbk) dengan anak perusahaannya PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), mengembangkan bisnisnya ke Timor Leste. Telin juga mengembangkan sayap ke Australia.

Prestasi yang diraih Arief ini juga berbanding dengan prestasi yang diraih Telkom. Pendapatan Telkom sampai dengan September 2012 tercatat sebesar Rp 56,864 triliun. Sedangkan labanya sebesar Rp 14,11 triliun.

TANTANGAN
Kini di bawah kendali Arief, Kementerian Pariwisata mendapatkan tugas berat. Apalagi, Pemerintahan Jokowi-JK menargetkan meraih 20 juta wistawan mancanegara (wisman) sampai 2019. Untuk mencapai target tersebut jelas diperlukan kerja keras.

Dalam dua tahun terakhir pariwisata Indonesia tumbuh di atas angka 8 persen hingga jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai kisaran 8-9 jutaan. Tahun 2014 Kemenparekraf hanya mematok target kunjungan wisman 9,5 juta orang sampai tutup tahun. Sedangkan tahun lalu tercatat sebanyak 8,7 juta wisman mengunjungi Indonesia sampai tutup tahun.

Menurut mantan Menparekraf Mari Elka Pangestu untuk meraih angka 20 juta wisman, sektor pariwisata harus tumbuh rata-rata 16 persen per tahun bahkan lebih. Itu berarti dua kali lipat dari pertumbuhan saat ini.

(TS/Berbagai sumber)



12:52 AM | 0 comments | Read More

Kapal Cepat Rudal TNI AL Diproduksi di Banyuwangi

Banyuwangi Bagus on 25 October 2014 | 11:19 PM

Kapal cepat rudal berlambung tiga buatan PT Lundin Industry Invest, Banyuwangi.
TNI Angkatan Laut, terus melengkapi alat utama sistem persenjataan (alutsista). Yang terbaru adalah Kapal Cepat Rudal (KCR) berlambung tiga (Trimaran) 63 meter, yang diproduksi oleh PT Lundin Industry Invest, sebuah perusahaan galangan kapal kebanggaan nasional yang berbasis di Banyuwangi, Jawa Timur.

Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Dr Marsetio berkesempatan meninjau proses pembuatan kapal tersebut di Pantai Cacalan, Banyuwangi, Jumat (24/10). Turut mendampingi Bupati Abdullah Azwar Anas, Komandan Pangkalan TNI AL Banyuwangi Letkol Laut (P) Edi Eka Susanto, Komandan Kodim 0825 Banyuwangi Letkol Inf Mangapul Hutajulu, dan Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi I Made Parma.

"Kunjungan hari ini merupakan salah satu kunjungan ke galangan kapal kebanggaan nasional karena di sinilah Kapal Trimaran dibuat. Ini juga menjadi kebanggaan bagi warga Banyuwangi, karena ternyata daerah di ujung timur Pulau Jawa ini menjadi salah satu produsen alat pertahanan negara,” kata Marsetio, di Banyuwangi, Jumat (24/10).

Marsetio mengatakan, Kapal Trimaran yang terbaru ini merupakan yang pertama di Asia. Selain bekerja sama dengan Swedia, dalam pembuatan desain Trimaran, TNI Angkatan laut juga melibatkan BUMN yang bergerak di bidang industri pertahanan nasional seperti PT PAL (Persero) dan PT Pindad (Persero).

"Untuk tahap pertama TNI AL memesan empat kapal. Sekarang di sini sedang dibuat yang pertama,” ujar Marsetio.

Desain Kapal KCR Trimaran yang terbaru ini akan sedikit berbeda dengan Kapal Trimaran yang sebelumnya. Kapal terbaru ini juga akan terbuat dari bahan tahan api dan anti-radar.

"Kapal ini tidak hanya akan dipakai di dalam negeri, tapi akan menjadi salah satu produk pertahanan unggulan yang akan dijual ke luar negeri. Seperti kapal LPD yang diproduksi PT. Pindad sudah dipesan oleh Angkatan Laut Filipina. Nanti kapal ini juga akan kita jual ke luar negeri,” imbuh Marsetio.

Sebagai informasi, saat ini PT. Lundin tengah membangun Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran 63 meter untuk TNI AL. Pembangunan kapal ini merupakan pembangunan yang kedua kalinya, yakni sebagai pengganti kapal sebelumnya "KRI Klewang-625" yang terbakar pada September 2012 sebelum diserahkan ke TNI AL.

KCR Trimaran ini berdesain unik "wave piercing" yang bisa tetap stabil di tengah kondisi cuaca buruk. Kapal ini juga bisa terhindar dari radar maupun infra merah.

Dalam kesempatan ini, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengaku bangga karena kapal canggih itu diproduksi di Banyuwangi dengan sinergi swasta dan BUMN di bidang industri pertahanan.

"Industri pertahanan adalah industri strategis bagi bangsa. Banyuwangi ikut bangga," kata Anas.
Selain industri pertahanan, mobil listrik berukuran mini juga segera diproduksi di Banyuwangi. Produksi ini melibatkan teknologi Swedia di PT Lundin Industry yang berbasis di Banyuwangi.
"Dubes Swedia dalam waktu dekat ini akan ke Banyuwangi. Saya berharap ada transformasi teknologi, pengetahuan, budaya inovasi bagi kami yang ada di Banyuwangi," pungkas Anas.


Beritasatu.com
11:19 PM | 0 comments | Read More

Proyeksi 2015, Pertumbuhan Ekonomi Banyuwangi Meningkat

Banyuwangi Bagus on 23 October 2014 | 12:34 AM

Pertumbuhan ekonomi banyuwangi diproyeksikan meningkat pada 2015.
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada tahun 2015 diproyeksikan meningkat pada kisaran 6,8 hingga 7,24 persen atau di atas rata-rata pertumbuhan nasional.
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengemukakan, target pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu bisa dicapai, asalkan kondusivitas wilayah tetap terjaga dengan baik seperti beberapa tahun terakhir.

"Kondusivitas wilayah yang meningkat itu, antara lain stabilitas sosial, politik dan keamanan dalam pengembangan usaha, ketersediaan SDM berkualitas, infrastruktur transportasi barang, jasa, kapital, dan aksesibilitas komunikasi dan informasi," katanya di Banyuwangi, Selasa (21/10).

Abdullah Azwar Anas mengemukakan hal itu saat penyampaian substansi Rancangan Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2015 di gedung DPRD Banyuwangi.

Ia menyebutkan pertumbuhan ekonomi Banyuwangi pada 2011 dan 2012 mampu mencapai angka di atas 7 persen. Namun, mengalami fluktuasi pada 2013 sehingga sedikit turun menjadi 6,76 persen.
"Meskipun turun, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi masih di atas rata-rata nasional yang hanya 5,8 persen. Untuk tahun 2015, pertumbuhan diproyeksikan bisa kembali meningkat," ujarnya.

Dalam paparan di hadapan anggota dewan, bupati mengatakan pendapatan daerah pada RAPBD 2015 diproyeksikan naik sebesar 5,65 persen, dari Rp2,07 triliun menjadi Rp2,19 triliun.

Peningkatan pendapatan daerah tersebut ditunjang dari pendapatan asli daerah (PAD) yang diproyeksikan meningkat 15,21 persen dari target yang ditetapkan pada APBD 2014, yakni dari Rp208,9 miliar menjadi Rp240,6 miliar.

Selain itu, hasil pajak daerah juga ditargetkan meningkat dari Rp11,4 miliar menjadi Rp75,6 miliar.
"Untuk dana perimbangan, terjadi peningkatan sebesar Rp21,9 miliar atau naik 1,59 persen dari target yang ditetapkan dalam APBD 2014 atau menjadi Rp1,40 triliun," tambahnya.

Sementara pendapatan lain-lain yang sah, diproyeksikan mencapai Rp544,1 miliar atau meningkat 13,18 persen dibanding target yang ditetapkan dalam APBD 2014 sebesar Rp480,8 miliar.
Sedangkan untuk belanja daerah, bupati mengatakan dalam RAPBD 2015 direncanakan mencapai Rp2,32 triliun atau naik Rp102,2 miliar dibanding sebelumnya.

"Peningkatan belanja tidak langsung, salah satunya untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat kurang mampu, selain juga sebagai dukungan Pemkab Banyuwangi dalam penyelenggaraan perkuliahan di kampus Universitas Airlangga di Banyuwangi yang dimulai tahun ini," ujar bupati.


Beritasatu.com
12:34 AM | 0 comments | Read More

Kampus Unair di Banyuwangi Diresmikan

Banyuwangi Bagus on 19 October 2014 | 5:46 PM

Kampus Unair di Banyuwangi.
Rektor Unair Prof Dr Fasichul Lisan meresmikan kampus Universitas Airlangga (Unair) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (19/10). Sebenarnya, proses perkuliahan Unair Banyuwangi sendiri sudah dimulai sejak awal September lalu. Kehadiran Unair melengkapi infrastruktur pendidikan yang telah ada sebelumnya di Banyuwangi, seperti Politeknik Negeri, Sekolah Pilot Negeri, dan berbagai kampus/sekolah tinggi yang lainnya.

Peresmian kampus Unair Banyuwangi ditandai dengan penekanan tombol pembuka selubung logo Unair Banyuwangi oleh Rektor Unair Prof Dr Fasichul Lisan bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan jajaran forum pimpinan daerah setempat.

Prof Fasichul Lisan mengatakan, kehadiran Unair di Banyuwangi ini untuk melengkapi instrumen pendidikan tinggi yang ada di Banyuwangi. Menurutnya, bersama-sama dengan perguruan tinggi lainnya yang telah ada di Banyuwangi, Unair ingin bersinergi untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu berpikir global. “Ini merupakan kebijakan pemerintah pusat di mana Unair memang diajak untuk mempercepat penyuapan SDM guna menghadapi era global,” kata Fasich, sapaan akrab Rektor Unair.

Fasich mengatakan, Indonesia pada tahun 2030 akan mengalami bonus demografi di mana jumlah penduduk usia produktif jauh lebih besar dibanding usia non-produktif. "Bonus demografi adalah momentum emas. Generasi muda perlu dipersiapkan dengan landasan yang kokoh dan memiliki pijakan yang kuat. Kami hadir di Banyuwangi untuk memperkuat pijakan bersama-sama dengan perguruan tinggi lainnya. Kita bersama-sama menyelesaikan masalah bangsa dalam bidang pendidikan,” ujarnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, kehadiran Unair Banyuwangi merupakan cita-cita lama dari rakyat Banyuwangi yang ingin memiliki perguruan tinggi negeri. Pemerintah daerah menyadari, untuk mendirikan universitas negeri baru membutuhkan proses yang panjang dan waktu lama. Jika nantinya Unair Banyuwangi ini akan menjadi universitas negeri sendiri, maka akan lebih cepat dan standarnya tidak akan jauh dari Unair yang telah ada di Surabaya.
“Ini adalah salah satu strategi pembangunan bidang pendidikan. Banyuwangi tidak hanya fokus pada pengembangan pariwisata dan pertanian, tetapi juga menyiapkan SDM yang berdaya saing,” ujar Anas.   

Saat ini, Unair Banyuwangi mempunyai empat program studi, yaitu akuntansi, budidaya perairan, kesehatan masyarakat, dan kedokteran hewan. Untuk tahun pertama ini, sebanyak 153 mahasiswa telah mengikuti perkuliahan. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, mulai Jambi, Lampung, Jakarta, Surabaya, Pontianak, Makassar, Bojonegoro, Kediri, Probolinggo, Jember, Cilacap, Flores, Kupang, Bali, sampai Papua.

"Ini melengkapi keberagaman Banyuwangi. Semoga ke depan budaya pendidikan kian terbentuk dan berdampak positif bagi pengembangan SDM lokal. Pengembangan SDM ini tidak boleh bergantung pada rezim. Siapa pun bupatinya, pengembangan SDM harus jalan terus. Melembagakannya dengan pendirian kampus menjadi salah satu jalan untuk mewujudkan pengembangan SDM yang berkelanjutan," kata Anas.

Kehadiran Unair di Banyuwangi bisa menggerakkan ekonomi lokal. Ratusan mahasiswa menyewa pondokan, membelanjakan uang untuk kebutuhan sehari-hari, hingga berwisata di Banyuwangi. Pada tahun-tahun berikutnya jumlah mahasiswa akan semakin berlipat, sehingga pergerakan ekonomi kian besar. "Banyaknya mahasiswa dari luar kota berarti menarik uang dari luar untuk masuk ke Banyuwangi. Dalam beberapa tahun ke depan, dampak ekonominya akan cukup besar," tuturnya. 


Jpnn.com
5:46 PM | 0 comments | Read More