Banyuwangi Festival

Klik untuk memperbesar
Powered by Blogger.

Menteri Pariwisata Puji Pagelaran Banyuwangi Ethno Carnival

Banyuwangi Bagus on 23 November 2014 | 12:49 AM

Banyuwangi Ethno Carnival 2014.
Pagelaran budaya Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 4 dengan tema 'The Mistic Dance of Seblang Banyuwangi', berlangsung meriah. Acara yang  dibuka Menteri Pariwisata, Arif yahya ini dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dan melibatkan lebih dari  20 ribu penari. Puluhan ribu masyarakat setempat dan pengunjung berpakaian serba hitam tumpah di jalan-jalan utama kota menyaksikan para penari cantik berpakaian etnik Banyuwangi yang berwarna-warni. 

Acara BEC diawali dengan ‎kelompok musik drumband milik Pemkab Banyuwangi, dan dilanjutkan Masterpiece BEC 4 2014.

Di Masterpiece BEC 2014, terdapat performance sebanyak 300 gandrung dan peserta karnaval dengan kostum terpanjang. ‎Dengan menggunakan sayap, peserta karnaval ini juga menggunakan gaun sepanjang 300 meter. Bersama dua orang pengawal, gaun panjang itu kemudian dibawa oleh 300 gandrung dan berjalan di depan para undangan.

Kemudian, dilanjutkan dengan penampilan peserta BEC 4 2014. Sebanyak 200 peserta, mereka turut serta memamerkan konstum yang dirancang khusus di ajang ini.

"The Mystic Dance of Seblang" terbagi atas tiga subtema, yaitu Seblang Olehsari yang identik dengan warna hijau, Seblang Bakungan yang identik dengan warna merah, dan Porobungkil atau hasil bumi.

Pada Seblang Olehsari, kepala para penari dihiasi daun pelepah pisang hingga menutup sebagian wajah. Pada Seblang Bakungan, pakaian warna merah menutup kepala dan sebagian wajah penari yang menenteng keris. Sedang pada Porobungkil, hasil bumi dikemas dalam pakaian modern.

Tahun ini, Banyuwangi menggelar sekitar 23 event budaya untuk menarik wisatawan dan mendongkrak pendapatan masyarakat.

"Banyuwangi memiliki basis kuat di bidang pertanian. Tapi, kami juga sedang mengembangkan pariwisata," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

"Saat daerah lain ingin menampilkan budaya asing, Banyuwangi ingin menampilkan budaya lokal. Inilah bedanya BEC dengan karnaval lainnya. Kita ingin terus menjaga budaya lokal dan mengangkatnya ke kancah dunia," ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, saat sambutan selamat datang di depan para undangan, Sabtu (22/11/2014).

Selain itu, tambah Anas, kegiatan ini merupakan rangkaian Banyuwangi Festival yang digelar hampir selama setahun. Ini merupakan ikhtiar bagi Pemkab Banyuwangi untuk mempromosikan pariwisata dan budaya Banyuwangi.

"Ini ikhtiar kita memajukan pariwisata dan budaya Banyuwangi dengan tema sport and tourims," pungkasnya.

‎Selain kedatangan Menteri Pariwisata, Arif Yahya yang membuka pagelaran BEC 4, Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa juga hadir di event tahunan ini. Selain itu, terlihat juga beberapa artis ibukota, juga hadir dan melihat langsung BEC 4. Diantaranya, Abdee Slank, Yati Octavia dan Pangky Suwito.

Sementara itu Dubes AS untuk Indonesia, Robert O Blake yang sejak Rabu (19/11) berada di Banyuwangi untuk merayakan Thanksgiving bersama masyarakat Banyuwangi, juga ikut menyaksikan karnaval BEC.

"Saya senang melihat Banyuwangi, keindahan alam, budaya, dan terutama keramahtamahan masyarakatnya," ujar Blake.

Beberapa hari berada di Banyuwangi, ia mengakui dirinya melihat langsung kepemimpinan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

"Saya sudah mendengar cerita tentang pemimpin daerah yang hebat, di antaranya bupati Banyuwangi. Dalam dua hari di sini saya merasakan sendiri ketokohan bupati Banyuwangi," ungkap Blake.

Tak hanya Blake, Menteri Pariwisata, Arif Yahya, juga mengaku takjub dengan ide Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, yang menggelar Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) untuk menarik wisatawan datang ke daerah. Sebab saat ini sebanyak Rp 360 triliun peredaran uang di Indonesia di sektor pariwisata.

"Berapa besar yang bisa didapat Banyuwangi? Saya yakin bisa meraup beberapa persen keuntungan jika bisa mempertahankan," ujar Menteri Pariwisata, Arif Yahya dalam sambutannya saat membuka Pagelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) ke 4, Sabtu (22/11/2014).

Selain itu, kata pria yang asli kelahiran Banyuwangi ini, ada beberapa saran penting yang harus dilakukan Pemkab Banyuwangi agar bisa menjual budaya dan pariwisatanya lebih luas. Menurutnya, pemkab Banyuwangi harus terus ‎mempromosikan melalui event dan promosi media.

"Harus tetap berlanjut dan promosi media lebih digencarkan, agar wisatawan bisa membaca kemudian datang ke Banyuwangi," tandasnya.

Tahun ini wisatawan mancanegara (wisman) yang mengunjungi Banyuwangi mencapai 20.000, naik dari 4.000 tahun sebelumnya. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pariwisata di Banyuwangi menjanjikan.

"Tapi, sebagai menteri baru, saya masih memasukkan Banyuwangi sebagai bagian dari Bali sebagai gateway utama," ujar putra Banyuwangi itu.

Wisman yang datang ke Indonesia tahun ini, kata Arief sekitar 9,5 juta. Presiden Jokowi menginstruksikan Menteri Pariwsita untuk meningkatkan wisman menjadi 20 juta.

Saat ini, gateway wisman di Indonesia masih didominasi tiga besar, yakni Bali 40%, Jakarta 30%, dan Batam 25%. "Ketiga destinasi ini sudah punya brand. Nanti pelan-pelan kita naikkan brand Banyuwangi," ujar Arief. 

Detik.com, Beritasatu.com



12:49 AM | 0 comments | Read More

Dubes As Rayakan Thanksgiving Di Banyuwangi

Banyuwangi Bagus on 22 November 2014 | 11:07 PM

Perayaan Thanksgiving Kedubes AS di Banyuwangi.
Puncak perayaan Thanksgiving, perayaan syukuran khas Amerika Serikat, untuk pertama kali dirayakan di Pendapa Sabha Swagata Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat malam, (21/11/2014). Perayaan yang berlangsung meriah tersebut dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya, Yenni Wahid, Abdee Slank. Ada juga 20 walikota/bupati antara lain, Walikota Manado, Bupati Morotai, Bupati Dompu, Bupati Flores Timur, Bupati Cirebon, serta beberapa pengusaha dan artis ibukota.

Dubes AS yang didampingi istri, Sofia Blake, Konsulat Jenderal AS di Surabaya Joaquin F Monseratte beserta istri Michaela Newnham dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas didampingi istri, Ipuk Festiandhani mengaku bahagia bisa berbagi dan rayakan perbedaan di Banyuwangi. Berbagai macam menu seperti kalkun, pie labu, kentang tumbuk dan beberapa makanan pendamping semua dimasak di dapur pendopo. Semua makanan itu dimasak langsung oleh Ibu Dubes AS, Ibu Konsulat Jendral AS dan beberapa kerabat.

Ada sembilan kalkun yang disajikan sebagai jamuan makan malam bersama undangan yang hadir. Satu kalkun panggang khusus disajikan untuk awak media yang meliput acara itu. Menurut Sofia, Kedutaan mendatangkan kalkun-kalkun beku langsung dari Amerika. Sofia yang memimpin langsung para chef memasak di dapur.

Kalkun seberat sekitar 10 kilogram itu berisi olahan roti dan bawang bombay. Potongan daging kalkun dinikmati bersama kentang tumbuk, tumis buncing, dan saus cranberry. Sebagai makanan penutup juga disajikan pai labu dan apel.  

Sepintas rasa kalkun memang tiada beda dengan ayam, hanya saja lebih lunak. "Empat jam untuk memanggang satu ayam kalkun," kata Sofia Blake.

Duta Besar Amerika Serikat Robert O. Blake menjelaskan kalkun menjadi makanan wajib yang dihidangkan 99 persen warga Amerika saat Thanksgiving Day. "Kalkun adalah hewan asli Amerika," kata Blake. 

Kalkun, menurut Blake, berkaitan erat dengan sejarah awal migrasi orang Inggris ke Benua Amerika. Saat itu, warga Inggris sangat susah beradaptasi karena harus bercocok tanam. Mereka akhirnya dibantu oleh suku Indian yang mengajarkan cara bertanam dan beternak kalkun. "Karena rasanya lezat, tradisi menghidangkan kalkun diteruskan hingga sekarang," kata dia.

Blake melanjutkan, ukuran kalkun yang besar cukup untuk disantap bersama keluarga sehingga Thanksgiving Day yang diperingati setiap pekan keempat bulan November, menjadi hari berkumpul keluarga dan sahabat. Acara tersebut bukan tradisi agama tertentu, melainkan dirayakan oleh semua umat beragama di Amerika.

Menurut Robert O Blake, perayaan Thanksgiving merupakan salah satu bentuk kekayaan dan keberagaman tanpa memandang agama. Thanksgiving di Banyuwangi ini merupakan tempat terindah kali pertama yang digelar di wilayah luar regional konsulat.

"Banyuwangi ini dari tempat-tempat yang pernah saya rayakan Thanksgiving yang paling indah. Perayaan ini salah satu kekayaan dan keberagaman tanpa memandang agama, ini merupakan toleransi terbesar di Amerika. Dan belum ada perayaan Thanksgiving di luar regional konsulat dan Banyuwangi ini yang pertama. It is called blusukan pertama thankgiving di Indonesia," ungkap Blake saat pemotongan kalkun Thanksgiving.

Sementara itu, Bupati Anas menyatakan, perayaan Thanksgiving di bumi blambangan merupakan bentuk diplomasi dan komunikasi lintas negara. Bupati putra daerah ini pun berharap perayaan ini bisa memberi inspirasi untuk saling berbagi dalam keberagaman.

"Ini adalah bagian dari diplomasi kami pada Amerika. Dan sebelum Thanksgiving ini digelar kita juga merayakan dengan berbagi bersama anak yatim piatu," tandasnya.

Rangkaian kegiatan Thanksgiving telah dimulai Rabu (19/11) dengan kegiatan transplantasi terumbu karang dengan kelompok nelayan di Banyuwangi yang selama ini telah melakukan banyak aksi nyata pelestarian lingkungan di wilayah pesisir.

Kemudian, Kamis (21/11), dilakukan dialog budaya antara Dubes AS dan Komunitas Suku Osing, yang merupakan masyarakat asli Banyuwangi, di Desa Adat Kemiren.
Dubes As berada di desa Adat Kemiren, Banyuwangi.
Dubes AS saat berada di Desa Kemiren.
Dalam kesempatan tersebut Dubes Blake mengungkapkan, bahwa kunjungan ke suku Osing menunjukkan welas asih dan toleransi sangat jelas terlihat di Banyuwangi. Ia juga menyatakan bahwa kunjungan ini sekaligus dilakukan memperingati Hari Toleransi Sedunia pada 16 November. Hari Toleransi Sedunia mengakui hak asasi manusia serta kebebasan fundamental dari sesama.

"Tradisi toleransi dan penghargaan atas keragaman di Indonesia diabadikan dalam undang-undang dasar negara, dan hal ini jelas terlihat di Banyuwangi, dimana kebudayaan dan tradisi Osing dilestarikan, diakui dan dirayakan," ujar Dubes Blake.


Selanjutnya, Jumat (21/11) rangkaian thanksgiving dimulai sejak pagi, olahraga bersama dubes dan konjen AS dengan mengajak warga Banyuwangi untuk bersih-bersih Pantai Boom, penanaman pohon trembesi dan pelepasan tukik (anak penyu). Kemudian siang harinya sebagai kegiatan inti thanksgiving dubes dan konjen AS akan bermain bersama dengan anak-anak SD yang berada di pendopo.

Kemudian siang harinya sebagai kegiatan inti Thanksgiving, Dubes AS akan bermain bersama dengan para pelajar Banyuwangi. “Ini adalah kebiasaan yang mengawali makan malam Thanksgiving. Anak-anak akan diajak bermain permainan tradisional Thanksgiving. Ini untuk membangun jembatan kesepahaman global melalui pendekatan kebudayaan," kata Bupati Anas.

Dubes AS ditemani Bupati Anas melepas tukik.
Acara berlanjut ke acara inti, yakni makan malam Thanksgiving di pendopo kabupaten yang mempunyai arsitektur hijau. Dubes AS akan mendemonstrasikan cara memasak makanan khas Thanksgiving, yaitu kalkun. Dubes AS menunjukkan cara memotong kalkun, menjelaskan setiap makanan yang disajikan dan menjelaskan tujuan makan malam. "Juga akan disampaikan sejarah Thanksgiving. Warga Banyuwangi akan ikut terlibat dengan adanya pesta rakyat tepat di depan pendopo kabupaten," tambah Kepala Bagian Humas Pemkab Banyuwangi, Juang Pribadi.
Perayaan Thanksgiving ala Amerika di Pendopo Sabha Swagata Banyuwangi
Suasana perayaan Thanksgiving di Pendopo Banyuwangi.

Pada hari Sabtu (22/11), Dubes AS akan mengunjungi ruang-ruang publik di Banyuwangi dan berdialog dengan para remaja Banyuwangi yang diundang melalui Twitter.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menambahkan, selain Dubes AS, Konsulat Jendral AS Joaquin F. Monserrate, lulusan the Harvard Kennedy School Indonesia Program, Northwestern University, dan institusi lainnya serta 20 walikota/bupati dari berbagai daerah juga ikut turut serta dalam kegiatan ini. Perayaan selama 4 hari ini juga turut serta menyelenggarakan workshop terkait tata kelola pemerintahan dan transparansi untuk 20 bupati dan walikota dari wilayah Indonesia Timur. Perayaan Thanksgiving akan ditutup dengan Banyuwangi Ethno Carnival, Sabtu (22/11).

"Sebuah penghargaan bagi Banyuwangi karena dipilih menjadi tuan rumah acara ini. Semoga kita bisa menjadi jembatan kebudayaan untuk menjalin kesepahaman global, dan ke depan," tandas Anas.

Detik.com, Tempo.co, Jpnn.com


11:07 PM | 0 comments | Read More

BKN Puji Banyuwangi Daerah Paling Siap Rekrutmen PNS

Banyuwangi Bagus on 18 November 2014 | 11:47 PM

CPNS Banyuwangi
Sebanyak 1.194 orang menjalani tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemkab Banyuwangi dengan menggunakan sistem computer assisted test (CAT). Pelaksanaan tes digelar di aula kantor Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD), mulai hari ini, Selasa (18/11/2014) hingga Senin (24/11/2014).

Ribuan peserta itu memperebutkan 51 kursi PNS, mulai bidang tenaga pendidikan, kesehatan, sampai tenaga teknis. Salah satu kriteria penerimaan CPNS di Banyuwangi adalah indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,5.
Pelaksanaan tes CPNS di Banyuwangi ditinjau langsung oleh Koordinator Pengawas Ujian Tingkat Nasional dari Inspektorat Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Farel Simarmata, Kepala Kantor Regional BKN Jatim Sudarmanto, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Kepala Kantor Regional BKN Jatim Sudarmanto mengatakan, di Jatim, hanya Banyuwangi. Daerah lain masih menyewa semua. “Banyuwangi satu-satunya kabupaten yang sudah mandiri. Semua perangkat yang dimiliki milik sendiri, mulai komputer dan lain-lain, kalau kabupaten lainnya masih menyewa, bahkan ada yang menyewa ke BKN,” kata Sudarmanto, Selasa (18/11).

Dia mengapresiasi hal tersebut karena menunjukkan kesiapan Banyuwangi dalam menerapkan pendekatan teknologi informasi (TI) untuk pengelolaan pemerintahannya, termasuk rekrutmen SDM.

Dikatakan Sudarmanto, terkait dengan perangkat CAT ini bisa dimanfaatkan bagi Pemkab Banyuwangi. “Dengan memiliki perangkat sendiri Banyuwangi bisa lebih luas pelaksanaan ujian CAT untuk penyelenggaraan ujian dinas, ujian kenaikan pangkat penyesuaian ijazah, dan lain-lainnya,” kata Sudarmanto.

Kunjungan dari BKN ke Banyuwangi adalah untuk menjadikan kabupaten berjuluk The Sunrise of Java itu sebagai satu-satunya kabupaten yang telah siap melaksanakan rekrutmen CPNS dengan sistem CAT secara mandiri.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, dengan sistem terbaru, masyarakat atupun peserta bisa langsung melihat hasil ujian. Nilai CAT bakal langsung terbit setelah peserta merampungkan tes. Jadi, tidak ada lagi ruang untuk penyimpangan. "Bahkan kami pasang layar monitor realtime hasil tes para peserta di ruang tunggu kantor BKD, sehingga orang tua, LSM, atau siapa pun bisa melihat bahwa semua proses ini transparan," kata dia.

Selain itu, panitia juga memasang CCTV untuk memantau peserta yang langsung tersambung ke layar monitor di luar ruangan, sehingga masyarakat dari luar bisa langsung melihat kondisi peserta di dalam ruangan tes. “Semua telah menggunakan sistem secara otomatis. Masyarakatpun bisa ikut mengawasi pelaksanaan tes. Dan Banyuwangi satu-satunya kabupaten yang memiliki sistem ini secara mandiri,” terang Anas.

Untuk pelaksanaan tes CPNS berbasis CAT ini, Pemkab Banyuwangi menggunakan 45 unit komputer yang digunakan peserta tes dan telah diprogram dengan sistem yang langsung online dengan aplikasi BKN. Lima komputer lainnya juga disiapkan untuk cadangan. "Kami ingin rekrutmen SDM ini sukses menghasilkan PNS yang benar-benar berkompeten dan punya jiwa melayani. SDM ini penting karena menjadi faktor penggerak program-program pembangunan," kata Anas. 

Jpnn.com
11:47 PM | 0 comments | Read More

Bosowa garap bisnis taksi di Banyuwangi

Banyuwangi Bagus on 17 November 2014 | 7:22 PM

Taksi Bowosa Banyuwangi
Grup Bosowa berencana mengembangkan jaringan bisnis di bidang transportasi dengan meluncurkan armada taksi di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, seiring perkembangan ekonomi yang cukup pesat di daerah tersebut.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan rencana pengembangan bisnis taksi itu disampaikan langsung oleh Managing Director Bosowa Sadikin Aksa Said saat kunjungan ke daerahnya, akhir pekan lalu.

"Kami menyambut baik rencana Bosowa mengembangkan bisnis taksi di Banyuwangi. Bukan hanya bagi Bosowa, siapa pun pelaku usaha yang ingin bersama-sama mengembangkan Banyuwangi, kami terima dengan baik," kata Anas.

Soal bisnis taksi, Abdullah Azwar Anas yakin pasar dari pelaku usaha yang sudah ada tidak akan berkurang, karena permintaan dari wisatawan dan pengusaha cukup tinggi.

Sebelum mengembangkan bisnis transportasi, Bosowa sudah lebih dulu masuk ke Kabupaten Banyuwangi dengan mendirikan pabrik pengolahan semen dan terminal LPG beberapa waktu lalu.
Sadikin Aksa menilai pertumbuhan ekonomi Banyuwangi yang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk peningkatan jumlah kunjungan wisatawannya, turut mendorong meningkatnya permintaan jasa layanan transportasi.

"Kami akan kembangkan usaha armada taksi Bosowa di sini. Untuk tahap awal, kami berencana menyiapkan sebanyak 25 armada," kata Sadikin saat bertemu Abdullah Azwar Anas.

Untuk mendukung rencana tersebut, pihak Bosowa kini sedang menyiapkan rekrutmen karyawan untuk pengembangan bisnis di Banyuwangi.

"Yang paling sulit dari bisnis transportasi ini bukan belanja armadanya, tapi rekrutmen SDM pengendara (sopir) yang jujur dan punya jiwa melayani. Kami akan utamakan masyarakat lokal dulu untuk mengurus pengembangan bisnis taksi di Banyuwangi," tambah Sadikin.

Ia menargetkan layanan taksi Bosowa di Banyuwangi sudah mulai beroperasi pada Desember 2014. Saat ini, divisi transportasi Bosowa memiliki armada lebih dari 1.000 taksi yang beroperasi di Surabaya dan Makassar.


Kabarbisnis.com
7:22 PM | 0 comments | Read More

Ujian CPNS di Banyuwangi Diawasi CCTV

CPNS Banyuwangi
Kabupaten Banyuwangi mempersiapkan proses tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang akan digelar selama tujuh hari sejak Selasa 18 November hingga 24 November 2014 di Kantor BKD Kabupaten Banyuwangi.

Ada sekitar 1.194 orang yang akan memperebutkan 51 formasi umum lowongan CPNS. "Pelaksanaan akan dilakukan selama 7 hari. Per hari ada empat sesi dan setiap sesi ada 45 orang yang akan melakukan tes secara online selama 90 menit," kata Sih Wahyudi, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Banyuwangi, Senin (17/11/2014).

Semua peserta tes CPNS diharuskan datang tepat waktu, karena jika terlambat maka peserta tidak bisa mengulang ujian. "Tidak bisa ditolelir jika terlambat maka mereka tidak bisa masuk ruangan. Dan itu sudah kami beritahukan kepada semua peserta CPNS. Selain itu ruangan tes juga dipasang CCTV dengan monitor yang diletakkan di luar. Jadi di dalam hanya ada tiga pengawas dari BKN, BKD dan Inspektorat. Semua kegiatan di dalam bisa melihat melalui monitor yang dipasang di luar ruangan," kata Sih.

Sih menjelaskan, Kabupaten Banyuwangi adalah wilayah yang mempunyai perangkat komputer dengan sistem sistem CAT (Computer Assisted Test). Sehingga, para peserta yang akan mengikuti tes bisa langsung melakukannya di Banyuwangi.

"Di Banyuwangi ada 50 perangkat komputer dengan sistem CAT. 45 yang digunakan, sedangkan lima cadangan untuk mengantisipasi jika ada yang trouble. Jika kabupaten lain yang tidak mempunyai perangkat CAT maka ujian akan dilaksanakan di BKN Regional 2 Surabaya," kata dia.

Sih menjelaskan, pihaknya telah menyerahkan dua server ke Regional 2 Surabaya untuk di-install dengan soal ujian CPNS, dan akan diserahkan kembali dalam keadaan bersegel. "Hari ini akan diserahkan dan disaksikan langsung oleh inspektorat," kata dia.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan ada kriteria khusus untuk calon PNS yang akan direkrut yaitu minimal mempunyai syarat IPK 3,5. "Dengan syarat IPK minimal tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas PNS di Banyuwangi. Dan saya optimis bahwa dengan sistem komputerisasi seperti ini, maka tidak ada lagi yang namanya PNS titipan," kata dia.

Kompas.com
7:14 PM | 0 comments | Read More