Bandara Blimbingsari Diperpanjang 2250 M

Banyuwangi Bagus on 28 March 2015 | 11:08 AM

Bandara Blimbingsari Banyuwangi
Setelah 4 tahun beroperasi Bandara Blimbingsari Banyuwangi yang saat ini memiliki runway (landasan pacu) sepanjang 1.900 meter, akan diperpanjang di tahun ini hingga mencapai 2.250 meter.

Di tahun ini, Pemkab Banyuwangi mendapat kucuran dana dari APBN sebesar Rp 150 miliar untuk pengembangan sarana dan prasarana Bandara Blimbingsari. Di antaranya untuk perpanjangan runway juga pengembangan apron (tempat parkir pesawat, red) serta pembangunan berbagai alat keselamatan lainnya.

“Pemerintah pusat mengapresiasi perkembangan Banyuwangi yang cukup signifikan, melalui bantuan kucuran dana untuk pengembangan bandara salah satunya menambah panjang runway menjadi 2.250 meter dengan bantuan APBN,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat mendatangi pembukaan Kantor cabang Garuda Banyuwangi.

Ditambahkan Bupati Anas, dana bantuan tersebut diberikan berupa proyek yang saat ini sedang dilakukan proses lelang. Sementara, pembangunan dan pengembangan Bandara Blimbingsari dengan anggaran Rp 150 miliar tersebut dipastikan tuntas tahun ini.

Bupati Anas mengaku, masterplan perkembangan Bandara Blimbingsari tersebut hingga tahun 2019. Namun masterplan dirubah secepatnya, karena pertumbuhan di Banyuwangi diakui banyak pihak di luar prediksi.

“Pengembangan bandara dengan dana APBN  tuntas tahun ini, masterplan kita percepat sedangkan yang bisa mencatat perkembangan Banyuwangi adalah pihak dunia usaha yang berlanjut dengan pengembangan dunia penerbangan. Semua itu tak lepas dari citra positif yang terus dibangun Pemkab Banyuwangi,” pungkas Anas.

Sementara, dua maskapai penerbangan masing-masing Wing’s Air dan Garuda Indonesia saat ini beroperasi di Bandara Blimbingsari yang juga melayani 3 rute penerbangan setiap hari dengan tujuan PP Denpasar-Banyuwangi–Surabaya.

Beritametro.co.id
11:08 AM | 0 comments | Read More

Bandara Blimbingsari Bakal Mirip Seperti Bandara di Kanada

Banyuwangi Bagus on 27 March 2015 | 1:18 PM

Konsep Bandara Blimbingsari Banyuwangi seperti bandara di Kanada.
Banyuwangi terus berbenah diri untuk menarik jumlah kunjungan turis. Salah satunya dengan merombak Bandara Blimbingsari seperti bandara yang ada di Kanada, yang memaksimalkan cahaya matahari sebagai pengganti lampu.

Bandara Blimbingsari saat ini baru bisa menampung rute penerbangan pesawat kecil. Sebut saja, Garuda Indonesia yang mulai beroperasi 2014 baru bisa mengoperasikan ATR 72-600 denga rute penerbangan Denpasar-Banyuwangi-Surabaya PP, untuk sekali dalam sehari.

Bupati Anas pun menyadari keterbatasan gerbang masuk Banyuwangi yang masih terbatas. Dia pun menargetkan tahun depan bandara yang kelak akan menjadi kebanggan warga Banyuwangi rampung.
"Konsepnya green airport. Jadi memaksimalkan cahaya yang masuk tanpa banyak menggunakan lampu. Seperti di Kanada," ujar Bupati Anas, di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (26/3/2015).

Bangunan pun nantinya akan di desain dominan nuansa kayu atau bambu. Sehingga konstruksi beton akan diminimalkan. Selain itu, tentu panjang runway akan ditambahkan, saat ini panjang landasan baru 1.800. Bupati Anas berharap tahun berikutnya dapat dibangun penambahan panjang landasan menjadi 2.250.

"Pintu masuk bandara lebarnya akan diperluas jadi 50 meter. Pemerintah pusat sudah menyanggupi pembangunan infrastrukturnya," kata Anas.

Direktur Niaga Garuda Indonesia, Handayani, mengatakan sejak pihaknya mengoperasikan rute Denpasar-Banyuwangi-Surabaya, perlahan terlihat peningkatan signifikan load factor pengguna jasa maskapai penerbangan pelat merah ini.

"Awalnya 60, 65 persen. Sekarang sudah diangka 75 persen. Itu merupakan peningkatan signifikan sejak mulai diterbangkan," ujar Handayani usai peresmian gerai lokat Garuda Indonesia di Banyuwangi, Kamis (26/3) kemarin.

Saat ini Garuda Indonesia tengah melakukan evaluasi untuk meningkatkan frekuensi penerbangan. Saat ini hanya ada satu kali penerbangan dalam sehari dari rute yang sudah ada."Kami sedang melihat potensi optimalnya berapa, sambil menunggu perpanjangan bandaranya. Karena sekarang bandaranya masih terbatas dan kita tidak bisa terbangkan pesawat yang lebih besar," ujarnya.

Detik.com
1:18 PM | 0 comments | Read More

Bombardier CJR Siap Mendarat di Banyuwangi

Banyuwangi Bagus on 26 March 2015 | 11:36 PM

Garuda menggunakan pesawat Bombardier CJR 1000 untuk penerbangan Banyuwangi-Surabaya
Perpanjangan landasan pacu di Bandara Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, memungkinkan bagi Maskapai PT Garuda Indonesia mendaratkan pesawat komersial jenis Bombardier CJR 1000 yang berkapasitas 96 kursi.

Hal ini dikatakan Vice President Region III Garuda Indonesia, Flora Izza, seusai peresmian kantor pelayanan Garuda Indonesia di Banyuwangi, sebagaimana dilansir Humas Pemkab Banyuwangi, Kamis (26/3/2015).

Tahun ini, Kementerian Perhubungan bakal memperpanjang landasan pacu (runway) Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, menjadi 2.250 meter dari kondisi saat ini sepanjang 1.800 meter.

Selain bertambah panjang, landasan pacu Bandara Banyuwangi juga mengalami peningkatan pengerasan dari Pavement Classification Number (PCN) 16 menjadi 21. Dengan perpanjangan dan pengerasan landasan pacu, Bandara Banyuwangi bisa didarati pesawat dengan badan yang lebih besar dan mengangkut penumpang lebih banyak. Saat ini, pesawat yang menerbangi Banyuwangi baru jenis ATR dengan kapasitas sekitar 70 penumpang.

“Kami melihat perekonomian di Banyuwangi bisa terus bertumbuh, berbarengan dengan kemajuan pariwisata dan investasi. Di sini banyak hotel berbintang yang baru buka. Ini menjadi rangsangan bagi Garuda untuk melakukan penetrasi pasar dan pengembangan bisnis yang lebih luas,” Flora.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, dengan rencana perpanjangan runway Bandara Blimbingsari dari 1.800 meter menjadi 2.250 meter, ia yakin Garuda akan selalu menjadi pilihan terbaik. "Apalagi Garuda merupakan salah satu maspkapai terbaik di dunia," katanya.

Bupati Anas menambahkan, pertumbuhan pembangunan Bandara Blimbingsari, Banyuwangi ini tak lepas dari dukungan pemerintah pusat dan masyarakat Banyuwangi. ”Saat ini kami sedang menyelesaikan pembangunan terminal bandara berkonsep green airport tanpa AC dengan konsep arsitektur yang mengakomodasi nilai-nilai lokal. Green airport itu akan menjadi landmark baru yang menunjang pengembangan pariwisata Banyuwangi," katanya.

Beritajatim.com
11:36 PM | 0 comments | Read More

Okupansi Meningkat, Garuda Resmi Buka Kantor di Banyuwangi

Garuda resmi membuka kantor penjualan di Banyuwangi.
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk resmi membuka kantor penjualan di Kabupaten Banyuwang, Jawa Timur, Kamis (26/3/2015). Penerbangan di kota ini sudah dimulai sejak 1 Mei 2014.

Direktur Niaga PT Garuda Indonesia Handayani mengatakan, kantor itu untuk semakin mendekatkan diri dengan masyaraka dan pengembangan bisnis. "Jumlah penumpang terus meningkat dengan okupansi pesawat mencapai 75 persen," katanya.

Kantor Garuda Indonesia Branch Office Banyuwangi memiliki layanan cukup lengkap, antara lain layanan reservasi dan ticketing Garuda Miles, City Cheek-in, dan pusat layanan informasi.

Saat ini Garuda Indonesia melayani rute penerbangan dari dan menuju Banyuwangi sekali dalam sehari, yakni rute Denpasar Banyuwangi pergi pulang (PP) dan rute Banyuwangi-Surabaya PP. Penumpang rute tersebut dilayani menggunakan pesawat jenis ATR 72-600 berkapasitas 70 penumpang. 

Konsumen kini dapat terhubung ke berbagai destinasi wilayah dari Sabang sampai M-erauke. Seperti Meulaboh, Lhoksemawe, Bima, Lombok, Labuan Bajo, Ende, Tambolaka, Sumbawa Besar, Kolaka, Bau-bau, Gunungsitoli serta destinasi di kawasan Kalimantan dan Kepulauan Maluku.

Penerbangan dari Surabaya yang dilanjutkan ke Denpasar, menurut Handayani, bisa meningkatkan konektivitas Banyuwangi dengan kota-kota dan destinasi lain di tanah air. Hal ini dapat lebih meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan Banyuwangi sebagai pusat ekonomi baru. 


Pada saat ini okupansi atau tingkat keterisian penumpang rute dari dan ke Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan. Jumlah penumpang tahun 2011 sebesar 7.826 orang, lalu beranjak naik menjadi 24.128 orang pada 2012. Jumlah penumpang makin meroket pada 2013 sebesar 44.052 orang. Selama 2014, jumlah penumpang mencapai sekitar 87.742 orang.

Vice President Region III Garuda Indonesia, Flora Izza, mengatakan, tingkat okupansi tahun lalu mencapai kisaran 76 persen, dan kini telah mencapai 80%. Bahkan, saat tertentu seperti liburan akhir pekan, okupansi bisa mencapai 90-100 persen.

Rute penerbangan ke atau dari Banyuwangi dengan menggunakan pesawat ATR 72-600 kapasitas 70 seat tersebut saat ini sedang dikaji untuk dilakukan peningkatan kapasitas. Opsi yang akan dilakukan Garuda ada dua, yaitu mengganti jenis pesawat dengan menaikkan kapasitas pesawat menjadi 96 seat atau menambah frekuensi jam terbang.

"Saat ini sedang kami kaji apakah akan menambah frekuensi atau menambah kapasitas dengan mengganti pesawat yang bisa mengangkut penumpang lebih banyak,” kata Flora Izza, seusai peresmian kantor pelayanan Garuda Indonesia di Banyuwangi, Kamis (26/3/2015).

Beritajatim.com
10:00 PM | 0 comments | Read More

Hotel Alila Segera Berdiri di Banyuwangi

Hotel Alila di Banyuwangi
Kabupaten Banyuwangi gencar mengembangkan sektor pariwisata dengan menambah fasilitas baru melalui hadirnya hotel baru berbintang empat.

Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Pemkab Banyuwangi Abdul Kadir menjelaskan bahwa saat ini Grup Alila tengah membangun hotel berkonsep resor di dekat Pantai Solong, Kecamatan Kalipuro.

Ia menjelaskan Grup Alila adalah jaringan properti dan perhotelan ternama di Indonesia. Saat ini, proses perizinan pembangunan Hotel Alila Banyuwangi di BPPT sudah rampung."Pembebasan lahan dan proses perizinan sudah selesai semua. Sekarang tinggal bangun saja," ujarnya, Rabu (25/3/2015).

Menurut dia, berdasar dokumen permohonan izin yang masuk BPPT, Hotel Alila Banyuwangi akan dibangun di atas lahan seluas 2,5 hektare dengan nilai investasi sekitar Rp50 miliar.

Hotel Alila direncanakan akan membangun sekitar 116 kamar dengan perspektif Selat Bali. Proses pembangunan Hotel Alila saat ini mulai dilakukan dengan beberapa kegiatan, seperti pemagaran dan pembersihan lahan yang akan menjadi lokasi hotel.

Kadir mengatakan groundbreaking hotel akan dilaksanakan April, dengan harapan menambah pilihan hotel di Banyuwangi semakin beragam.

Bisnis.com
9:13 AM | 0 comments | Read More