Banyuwangi Festival

Klik untuk memperbesar
Powered by Blogger.

Sambut Pemudik Pulkam, Pemkab Banyuwangi Jamu dengan Kuliner Lokal

Banyuwangi Bagus on 28 July 2014 | 3:13 AM

Pemkab Banyuwangi menyambut pemudik yang pulang kampung dengan sajian kuliner khas lokal seperti Rujak Soto, Pecel Rawon dan Nasi Tempong secara gratis.
Pemkab Banyuwangi menyiapkan berbagai sajian kuliner khas lokal untuk menjamu para pemudik yang pulang kampung halaman guna merayakan Idul Fitri 1435 Hijriah. Tidak hanya bagi warga yang sedang mudik, jamuan ini juga bisa dinikmati mereka yang meskipun hanya melintas di Banyuwangi untuk menuju Pulau Bali atau daerah lain sekitar Banyuwangi.

Beragam kuliner lokal dengan cita rasa menggoda yang disajikan, mulai dari rujak soto, pecel rawon, hingga nasi tempong. Selain itu, ada penganan ringan khas lokal seperti bagiak dan sale pisang.

"Jamuan untuk pemudik dan perantauan ini sudah jadi tradisi. Pemerintah daerah memborong kuliner lokal untuk disuguhkan kepada mereka," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Minggu (27/07/2014)

Bupati Anas mengatakan, jamuan tersebut merupakan bagian dari upaya mengonsolidasikan kekuatan dan potensi warga Banyuwangi yang tinggal di luar kota dan kini sedang mudik ke kampung halamannya.

Berbagai latar belakang profesi warga Banyuwangi dioptimalkan untuk membantu perkembangan daerah berjuluk "The Sunrise of Java" tersebut.

"Kami terinspirasi oleh gerakan Diaspora Indonesia yang berhasil mengonsolidasikan ribuan WNI di luar negeri dengan beragam profesi. Katakanlah ini disebut "Banyuwangi Minded", di mana pun para warga berada, di berbagai kota atau di luar negeri, tetap bisa berpikir dan berkontribusi untuk Banyuwangi," katanya.
Anas berharap, jamuan kuliner tradisional akan membangun cerita positif tentang Banyuwangi. Daerahnya kini memang sedang giat berbenah untuk menjadi destinasi wisata dan investasi.

"Membangun conversation positif di kalangan publik luas sangat penting untuk menarik minat wisatawan dan investor. Conversation ini kami bangun bersamaan baik di dunia maya maupun secara nyata melalui kegiatan jamuan kuliner gratis semacam ini," pungkasnya.

Nah, jika ingin mencicipi kuliner khas Bumi Blambangan bisa langsung mampir ke Pendopo Sabha Swagata Blambangan pada tanggal 30 Juli 2014 mulai pukul 09.00 Wib. Di pendopo ini, masyarakat juga bisa menikmati suasana yang alami dan khas Suku Using.

"Warga yang telah mencicipi kuliner ini diharapkan menjadi duta untuk memasarkan dan mempromosikan produk UKM serta destinasi wisata Banyuwangi. Silahkan mampir dan nikmati kuliner Banyuwangi sepuasnya," kata Anas.

Detik.com
3:13 AM | 0 comments | Read More

Ritual Warga Desa Adat Kemiren Selamatan dengan Bersedekah Lebaran

Takbir berkumandang di desa adat kampung using Kemiren, kecamatan Glagah, Banyuwangi. Seiring waktu berbuka puasa, masyarakat Kemiren menggelar ritual selamatan sedekah lebaran. ‎ 

Ritual ini digelar secara berkelompok. Satu kelompok terdiri dari 5 sampai 10 orang. Mereka bergiliran menggelar selamatan dan makan bersama di rumah masing-masing anggota kelompok tersebut.

"Masing-masing rumah menggelar sedekah lebaran, dan harus makan di tiap rumah yang menggelar sedekah," ujar Adi Purwadi (50) tokoh masyarakat Kemiren, Minggu (2‎7/7/2014).

Sedekah lebaran, kata pria yang biasa dipanggil Kang Pur ini, ‎adalah selamatan kemenangan bagi masyarakat setelah melaksanakan puasa ramadhan sebulan penuh. Selain itu, kegiatan ini digelar untuk untuk mendoakan leluhur dari warga Kemiren.

"Kemenangan ini agar dirasakan oleh leluhur kita yang sudah tiada. Ini tradisi dan kita terus pertahankan," ujarnya.

Sajian makanan bermacam-macam, mulai dari makanan khas Kemiren, hingga masakan khas lebaran pun disajikan untuk ritual tersebut. "Mulai dari uyah asem, kalak dan masakan khas using. Kalau kupat lebaran pasti ada dengan opor ayam," tandasnya.

Tidak jarang‎ warga Kemiren mengundang temannya untuk ikut dalam sedekah lebaran. Terkadang warga Kemiren menggoda temannya dengan mengharuskan makan hidangan di setiap rumah yang dikunjungi.

"Saya bilang ke temen saya untuk makan dan harus dihabiskan. Mereka tidak sanggup," kelakar Haidy BS, warga Kemiren.

Detik.com
3:00 AM | 0 comments | Read More

Inilah 2 Versi Prediksi Susunan Kabinet Jokowi-JK

Banyuwangi Bagus on 24 July 2014 | 11:23 PM

Perkiraan Susunan Kabinet Jokowi-JK berdasarkan usulan rakyat Indonesia.
Usai ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2014-2019 pada 22 Juli 2014 lalu, Joko Widodo dan Jusuf Kalla mulai menyusun kabinetnya.

Jokowi sendiri mengaku memiliki kriteria khusus bagi para calon pembantunya di kabinet pemerintahannya kelak. Jokowi menyebut para menterinya di kabinet nanti harus mempunyai 4 kriteria, yakni mempunyai sifat kepemimpinan yang kuat, punya kompetensi, mempunyai kemampuan manajerial yang baik, dan bersih dari korupsi. "Kriteria tentu saja, leadership-nya yang kuat, ia harus mampu menjadi pemimpin di institusi yang ia pimpin. Lalu punya kompetensi yang baik secara manajerial dan mengerti manajemen adminstrasi pemerintahan dan tentu yang utama mempunyai catatan baik, bersih (tidak korupsi) dan mau melayani," ujar Jokowi usai mengikuti acara buka puasa bersama di rumah Chairul Tandjung, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/7/2014).

Tindakan selektif yang Jokowi terapkan dalam memilih jajarannya di kabinet nanti, menurutnya tidak jauh berbeda dengan kebijakannya memilih jajaran satuan perangkat kerja daerah (SKPD) di lingkungan provinsi DKI Jakarta. Ia pun tak membantah, bila langkahnya tersebut disebut sebagai adopsi lelang jabatan camat dan lurah ia lakukan. "Ia kurang lebih seperti itu (adopsi lelang jabatan camat dan lurah)," ucapnya. 

Komitmen membentuk kabinet profesional juga ditegaskan kalangan PDIP yang merupakan partai utama pengusung presiden-wakil presiden terpilih Jokowi-JK. Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo menegaskan, kalau sosok yang dipilih menjadi menteri nantinya semuanya akan memiliki latarbelakang professional.       

Dia menyatakan, dikotomi berasal dari parpol atau non parpol tidak akan dipakai. "Semua profesional, sesuai dengan bidangnya masing-masing," tegas Tjahjo. Selain itu, dia menambahkan, bahwa pemilihan anggota kabinet nantinya juga akan memperhitungkan track record masing-masing.

Ketua Tim Pemenangan Nasional Jokowi-JK dalam pilpres lalu itu memastikan, personel menteri tidak boleh memiliki sangkutan persoalan di masa lalu."Kabinet itu kabinet yang bersih seperti yang diharapkan oleh Jokowi. Tapi sekarang belum dibahas apa-apa," imbuhnya.           

Untuk menjaring sosok yang tepat untuk mengisi posisi menteri tertentu, Jokowi-JK memberi kesempatan kepada rakyat Indonesia untuk memberikan memberikan usulan nama-nama calon menteri dalam kabinetnya nanti.

Jokowi Center dan Radio Jokowi, relawan pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, membuat polling menteri untuk 34 posisi dalam susunan kabinet yang diberi nama Kabinet Alternatif Usulan Rakyat (KAUR).  
Mereka memberikan tiga pilihan nama dari tiap pos menteri untuk dipilih. ''Nama-nama ini kami hadirkan dan Anda kami persilakan untuk memilihnya sebagai bagian dari laku politik,'' sebut pernyataan Jokowi Center dalam situsnya www.jokowicenter.com.''

Jokowi Center dan Radio Jokowi memutuskan untuk ikut mengawal proses penjaringan nama-nama calon menteri yang dianggap layak oleh rakyat,'' katanya. ''Pemilihan menteri memang hak prerogatif Presiden. Namun bukan berarti rakyat tidak bisa berpartisipasi.''

Dalam memilih daftar nama calon-calon menteri ini, Jokowi Center mengklaim melakukan diskusi intensif dengan berbagai kalangan: aktivis, intelektual, wartawan dan juga para politikus.

Saat dikonfirmasi, Jokowi membenarkan bahwa kuesioner menteri tersebut memang dibuat oleh pihaknya. "Iya itu kan bagian dari minta masukan. Saya hanya minta masukan," ujar Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (24/7/2014).

Bagi Anda yang ingin mengisi kuesioner tersebut, silakan buka di tautan ini.

Selain usulan nama calon menteri yang dijaring melalui polling, Lembaga Survei Indo Barometer pun mengapresiasi inisiatif Jokowi-JK itu dengan memberikan prediksi susunan kabinet Jokowi-JK yang dimaksudkan untuk dapat menjadi masukan yang memancing diskusi.

"Inisiatif Jokowi mengundang publik untuk memberikan usulan susunan kabinet patut diapresiasi. Makin banyak pilihan nama calon menteri, semakin baik. Enak untuk memilih yang terbaik," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari dalam pesan singkatnya kepada Liputan6.com,Jakarta, Kamis (24/7/2014).

Pihaknya mengharapkan Jokowi-JK membuat susunan kabinet yang diisi tokoh-tokoh yang berkompeten dan berintegritas dalam menjalankan roda pemerintahan. Meski adanya akomodasi politik tak dapat dihindari, namun tetap dalam kapasitas yang sewajarnya.

Prediksi susunan kabinet Jokowi-JK, lanjut Qodari, diasumsikan jika rencana gugatan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa ke Mahkamah Konstitusi tidak memberi pengaruh terhadap hasil Pilpres dan struktur kabinet Jokowi-JK masih sama dengan struktur kabinet SBY-Boediono.

Kemudian, lanjut dia, diasumsikan pula tidak atau belum ada partai anggota Koalisi Permanen yang berpindah kubu. Selanjutnya, prediksi ini, menurut Qodari, bukan hasil survei ataupun polling yang didasarkan pada metodologi riset kuantitatif, lengkap dengan margin of error-nya sebagaimana sering dikeluarkan oleh Indo Barometer. Melainkan didasarkan pada observasi dan asumsi subyektif penyusunnya.

"Asumsi kelima untuk tiap pos kementerian, bisa ada banyak nama yang berpotensi mengisi posisi tersebut. Silakan untuk menambahkan nama-nama calon demi memperkaya wacana publik," jelas Qodari.

Berikut perbandingan usulan susunan cabinet versi polling KAUR-nya Jokowi Center dan Radio Jokowi dengan versi Indo Barometer. Versi polling menjaring 34 posisi menteri, sedangkan versi Indo Barometer menyebutkan ada 39 posisi menteri yang bakal disusun Jokowi-JK. 


No.
Kementerian
Versi Usulan Rakyat
Versi Indo Barometer
1
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
Jenderal TNI Budiman, Jenderal TNI Dr. Moeldoko, Jenderal TNI (Purn) Sutiyoso.
Jend TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, Jend TNI (Purn) A M Hendropriyono.
2
Menteri Koordinator Perekonomian
Chairul Tanjung, Dahlan Iskan, Gita Irawan Wirjawan.
Rini MS Soewandi, Faisal Basri.
3
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat
Muhaimin Iskandar, Kuntoro Mangkusubroto, Alwi Shihab.
Muhaimin Iskandar, Letjen TNI (Purn) Luhut B Panjaitan.
4
Menteri Dalam Negeri
Abraham Samad, Agustin Teras Narang, Pratikno.
Tjahjo Kumolo, Djarot Saiful Hidayat.
5
Menteri Luar Negeri
Marut, Makmur Keliat, Raden Mohammad Marty Muliana Natalegawa.
Rizal Sukma, Yuri Oktavian Thamrin, Dian Triansyah Djani.
6
Menteri Pertahanan
Andi Widjajanto, Mayor Jenderal (Purn) TB Hasanuddin, Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu.
Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhie, Jend TNI Budiman.
7
Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (HAM)
Artidjo Alkostar, Saldi Isra, Zainal Arifin Mochtar.
Prof Dr Jimly Assidiqie, Prof Denny Indrayana, PhD
8
Menteri Keuangan
Hendrawan Supratikno, Raden Pardede, Agus Martowardojo.
Sri Adiningsih, Faisal Basri, Iman Sugema
9
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
Arif Budimanta, Luluk Sumiarso, Tumiran.
Kurtubi, Effendi MS Simbolon, Darmawan Prasodjo
10
Menteri Perindustrian
Anton Joenoes Supit, Poempida Hidayatulloh, Tri Yogi Yuwono.
Mahendra Siregar, Rachmat Gobel, Panggah Susanto, Euis Saedah.
11
Menteri Perdagangan
Mari Elka Pangestu, Soetrisno Bachir, Sri Adiningsih.
Marie Pangestu, Erwin Aksa, Nus Nuzulia Ishak, Bachrul Chairi, Partogi Pangaribuan, Srie Agustina
12
Menteri Pertanian
 Arif Wibowo, Bustanul Arifin, Iman Sugema.
-
13
Menteri Kehutanan
Frans Wanggai, Mohamad Prakosa, Satyawan Pudyatmoko.
M. Prakosa
14
Menteri Perhubungan
Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim, Danang Parikesit, Ignasius Jonan.
Bambang Susantono, Danang Parikesit, Juliari Batubara.
15
Menteri Perikanan dan Kelautan
Jamaluddin Jompa, Kadarusman, Rokhmin Dahuri.
Erwin Aksa, Arif Satria
16
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Rieke Dyah Pitaloka, Rizal Sukma, Wahyu Susilo.
Ribka Tjiptaning, Rieke Diah Pitaloka, M Jumhur Hidayat
17
Menteri Pekerjaan Umum
Krisnamurthi, Ilham Akbar Habibie, Tri Mumpuni Wiyatno.
Dr. Hermanto Dardak, Ir. Djoko Murjanto Msc, Ir. Budi Budi Yuwono
18
Menteri Kesehatan
Fasli Jalal, Ribka Tjiptaning, Ali Ghufron Mukti.
Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, Prof. Dr. dr. Akmal Taher, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama
19
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Abdul Munir Mulkhan, Hilmar Farid, Yudi Latif.
Anies Baswedan
20
Menteri Sosial
Dadang Juliantara, Eva Kusuma Sundari, Hasto Kristiyanto.
Imam Nachrowi
21
Menteri Agama
Azyumardi Azra, Lukman Hakim Saifudin, Siti Maulida.
KH Tholchah Hasan, KH Salahudin Wahid, Dr. Ali Maschan Moesa
22
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Garin Nugroho, Jeffrie Geovanie, Mira Lesmana.
AAGN Puspayoga, Rusdi Kirana
23
Menteri Komunikasi dan Informatika
Ferry Mursyidan Baldan, Nezar Patria, Onno W Purbo.
Prof. Dr. Bachtiar Aly, Sri Sajekti Sudjunadi, Ferry M. Baldan, Akbar Faisal
24
Menteri Sekretaris Negara
Maruarar Sirait, Pramono Anung Wibowo, Yuddy Chrisnandi.
Maruarar Sirait
25
Menteri Riset dan Teknologi
I Gede Wenten, Romi Satria Wahono, Yohannes Surya.
Prof. Dr. Akhmaloka
26
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM)
Abdul Kadir Karding, Khofifah Indar Parawansa, Nusron Wahid.
Khofifah Indar Parawansa
27
Menteri Pemberdayaan dan Perempuan-Anak
Lies Marcoes Natsir, Nani Zulminarni, Puan Maharani
Iryanti Sukamdani, Musdah Mulia, Khofifah Indar Parawansa
28
 Menteri Lingkungan Hidup
Chalid Muhammad, Charlie Heatubun, Dodo Sambodo.
Chalid Muhammad
29
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Eko Prasojo, Tri Rismaharini, Agung Adi Prasetyo.
Teten Masduki, Prof. Dr. Eko Prasodjo
30
Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal
Akbar Faizal, Andrinof Achir Chaniago, Indra Jaya Piliang.
A. Teras Narang, Komaruddin Watubun
31
Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional
Aviliani, Faisal Basri, Revrisond Baswir.
Iman Sugema, Poppy Ismalina
32
Menteri Perumahan Rakyat
Rhenald Khasali, Suprihanto Notodarmojo, Mochamad Ridwan Kamil.
Marwan Djafar
33
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Hendri Saparini, Kurtubi, Emirsyah Satar.
Dahlan Iskan
34
Menteri Pemuda dan Olahraga
Adhie MS, Anies Rasyid Baswedan, Herry Zudianto.
Utut Adianto, Abdul Mu’ti











  
Beberapa jabatan versi Indo Barometer yang tidak terdapat dalam versi polling rakyat, yaitu :
Sekretaris Kabinet: Andi Widjajanto
Kepala BKPM : Lin Che Wei, Erwin Aksa
Kepala UKP4: Kuntoro Mangku Subroto, Teten Masduki
Jaksa Agung: Todung Mulya Lubis Kepala BIN, Jend TNI (Purn) Facrul Rozy
Panglima TNI : Laksamana TNI Marsetio, Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, Jendral TNI Gatot Nurmantyo
Kepala Polri: Jend Polisi Sutarman, Komjen Polisi Budi Gunawan.

Dari susunan Kabinet kedua versi tersebut, terdapat kesamaan nama beberapa calon menteri yang diusulkan, namun untuk posisi kementerian yang berbeda. Misalnya Jenderal TNI Budiman diusulkan sebagai Menko Polkam versi polling, namun dicalonkan sebagai Menteri Pertahanan oleh Indo Barometer. Selain itu ada nama Dahlan Iskan sebagai Menteri BUMN versi Indo Barometer, namun dijagokan sebagai Menko Perekonomian versi polling rakyat.

Sebaliknya cukup banyak terdapat kesamaan nama tokoh yang dinominasikan untuk menjabat  kementerian yang sama, baik versi polling maupun Indo Barometer. Yaitu Marie Elka Pangestu, yang saat ini menjadi Menparekraf, sebagai Menteri Perdagangan. Lalu Ferry Mursyidan Baldan sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi, M. Prakosa sebagai Menteri Kehutanan, Chalid Muhammad sebagai Menteri Lingkungan Hidup, Ali Ghufron Mukti sebagai Menteri Kesehatan, Eko Prasodjo sebagai Menpan, Khofifah Indar Parawansa sebagai Menteri koperasi dan UKM, Maruarar Sirait sebagai Mensesneg.




11:23 PM | 0 comments | Read More