Banyuwangi Festival

Klik untuk memperbesar
Powered by Blogger.

Pemkab Banyuwangi Siapkan 19 Bus Gratis Untuk Mudik

Banyuwangi Bagus on 18 July 2014 | 4:52 PM

Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Banyuwangi, menyiapkan 19 armada bus untuk angkutan mudik gratis lebaran tahun ini. 19 Armada bus akan diberangkatkan dalam 2 hari berturut turut dengan rute Surabaya-Banyuwangi.

"Kendaraan bus untuk mudik diberangkatkan dari Surabaya ke Banyuwangi pada 25 dan 26 Juli. Tanggal 25 disiapkan 9 bus dan 26 sebanyak 10 bus," jelas Kepala Dishubkominfo Banyuwangi, Suprayogi, Jumat (18/07/2014).

Hingga kini peserta mudik gratis sudah terisi hingga 87 persen. Sementara untuk pelaksanaan angkutan balik dari Banyuwangi ke Surabaya, imbuh Suprayogi, akan digelar mulai 3-9 Agustus dengan gunakan 9 armada bus.

Pria berkaca mata ini juga mempersilahkan bagi warga yang ingin ikut program mudik balik gratis bisa mendaftarkan diri ke kantor Dinas Lalulintas dan Jalan Raya (DLAJR) Provinsi Jawa Timur di Surabaya dan Kantor Dishubkominfo Banyuwangi.

"Karena terbatas kami harap warga bisa manfaatkan dan daftarkan diri ke kantor. Sebab untuk yang angkutan balik kuotanya kurang 30 persen saja," tutur mantan Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata Banyuwangi tersebut.

Selain sediakan angkutan mudik dan balik gratis, Pemkab Banyuwangi juga memfasilitasi kendaraan truk untuk mengangkut motor pemudik. Hal itu ditujukan agar pemudik bisa berlebaran dengan gunakan motor di kampung halaman dengan aman.

"Angkutan truk untuk motor ini supaya pemudik bisa lebaran pakai motor di kampung tapi juga untuk menekan tingkat kecelakaan pemudik yang menggunakan sepeda motor. Tapi ini hanya dari Surabaya ke Banyuwangi, untuk baliknya tidak ada fasilitas itu," pungkasnya.
Detik.com


4:52 PM | 0 comments | Read More

Pelabuhan Tanjung Wangi Sediakan 5 Kapal Untuk Mudik Gratis

Banyuwangi Bagus on 17 July 2014 | 8:38 PM

Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi siapkan 5 kapal untuk mudik gratis ke Pulau Sapeken, Madura.
Seakan tidak mau kalah dengan program mudik gratis yang digagas PT KAI, Otoritas Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, juga menyediakan lima kali keberangkatan kapal mudik gratis ke Pulau Sapeken, Madura. Jumlah pemudik yang bisa diangkut diperkirakan mencapai seribu orang.

Administratur Pelabuhan Tanjung Wangi, Sri Sukesi, mengatakan keberangkatan kapal mudik gratis itu masing-masing pada 22, 24, 26, 29, dan 31 Juli 2014.

Kapal yang digunakan adalah jenis kapal kargo yang dimodifikasi untuk mengangkut penumpang. “Setiap keberangkatan untuk 200 orang,” kata Sri kepada wartawan, Kamis, 17 Juli 2014.

Pemesanan tiket untuk mudik gratis tersebut telah dibuka sejak 1 Juli 2014. Namun, hingga Rabu kemarin, 16 Juli 2014, belum satu pun calon pemudik yang memesan tiket.

Menurut Sri, sesuai pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pemudik biasanya akan menyerbu tiket mudik gratis pada H-3 keberangkatan. Mudik gratis biasanya diminati oleh orang Madura yang merantau ke Bali dan Jawa Tengah.


Selain menyediakan kapal untuk mudik gratis, otoritas Pelabuhan Tanjung Wangi juga mengoperasikan kapal perintis reguler KM Sabuk Nusantara.

Kapal dengan kapasitas 254 orang itu akan berangkat lebih awal pada 20 Juli 2014 dengan tujuan sejumlah wilayah kepulauan di Madura, yakni Sapekan-Pagerungan Besar-Kangean-Sapudi-Kalianget-Masalembo-Keramaian–Masalembu-Surabaya PP. Harga tiket Rp 39 ribu per orang.

Sri menjelaskan pihaknya membatasi barang bawaan penumpang KM Sabuk Nusantara, yakni hanya berupa bahan makanan dan sembako. “Kami larang bila ada penumpang yang membawa barang lain, seperti bahan bangunan,” ujarnya.

Tempo.co

8:38 PM | 0 comments | Read More

Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Banyuwangi Bersinergi

Para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sepakat menjalin sinergi untuk mengembangkan sektor pariwisata daerah setempat.

Kesepakatan yang ditandatangani Rabu (16/7/2014), melibatkan Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia Banyuwangi Elly Irwan S, Ketua BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Asma'i Hadi, serta Ketua Asosiasi Kuliner, Kerajinan dan Batik Banyuwangi (AKAB) Syamsudin.

Selain itu, Ketua Asosiasi Travel Agent (ATA) Yoyok Mulyo Suryanto, Ketua Paguyuban Taxi Using Transport (PTUT) Ishadi, dan Pengurus Transwisata Banyuwangi Mohammad Didik.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Bramuda Yanuarto, mengatakan dalam kesepakatan itu terdapat delapan kode etik yang disetujui pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kode etik itu, antara lain memberikan pelayanan secara maksimal kepada para pengguna jasa pariwisata dan ekonomi kreatif, memberikan pelayanan informasi pariwisata secara benar dan akurat, serta selalu menjaga citra dan nama baik pariwisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Banyuwangi.

"Mereka juga sepakat untuk memberikan perlindungan, keamanan dan kenyamanan secara maksimal kepada para pengguna jasa pariwisata, serta tidak saling menjatuhkan atau melakukan persekongkolan dalam melakukan usaha," kata Bramuda.


Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi komitmen para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dalam memajukan industri pariwisata Banyuwangi, karena tanggung jawab kemajuan pariwisata daerah tidak hanya ada di pemerintah, namun semua pemangku kepentingan.

"Justru inisiatif dan kemandirian yang akan cepat melesatkan pariwisata. Hal itu sudah terbukti di beberapa daerah yang pariwisatanya maju, seperti Bali dan Yogyakarta," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Travel Agent Banyuwangi, Yoyok Mulyo Suryanto, mengungkapkan adanya perkembangan pesat sektor pariwisata di Banyuwangi dalam dua tahun terakhir.

Bahkan, sejumlah agen perjalanan di Banyuwangi saat ini kekurangan sumber daya manusia untuk tenaga sopir dan pemandu wisata. "Sebelumnya saya tidak pernah dapat wisatawan asing, sekarang banyak dari Amerika dan Eropa yang datang ke Banyuwangi. Sebulan bisa dapat rombongan tur 5-6 kali," kata Yoyok.

Kompas.com
8:26 PM | 0 comments | Read More

Pemkab Banyuwangi Terima Penghargaan UMKM dari Presiden SBY

Pemkab Banyuwangi menerima penghargaan UMKM dari Presiden SBY
Komitmen dan program nyata bidang pengembangan koperasi dan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) yang dicanangkan Pemkab Banyuwangi, mendapat apresiasi dari Presiden SBY.

Pemkab Banyuwangi memperoleh penghargaan Satya Lencana Pembangunan dari Presiden SBY atas berbagai program pengembangan koperasi dan UMKM di Banyuwangi. Tahun lalu, Banyuwangi juga memperoleh penghargaan Satya Lencana Wira Karya dan Bhakti Koperasi.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Alief Rachman mengatakan, Banyuwangi dinilai berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui perkoperasian dan UMKM.

"Koperasi adalah soko guru perekonomian. Dan UMKM adalah sabuk pengaman perekonomian. Kalau dua-duanya dikembangkan, ekonomi rakyat bakal bergeliat," ujar Alief kepada wartawan, Kamis (17/7/2014).

Di Banyuwangi, lanjut Alief, jumlah koperasi aktif dan sehat mencapai 722 lembaga dari 866 lembaga koperasi yang ada. Sedangkan sisanya yang berjumlah 134 lembaga merupakan koperasi yang tidak aktif. Di sektor UMKM, terdapat 296 ribu unit UMKM pada 2013, naik dibanding 2012 sebesar 120 ribu unit.

"Kami melakukan pengembangan dengan dua pendekatan, yaitu finansial dan non-finansial. Pendekatan finansial ini terkait dukungan pembiayaan, baik dengan dana bergulir maupun kita dorong ke perbankan. Pemkab Banyuwangi sudah menjalin kesepakatan dengan sejumlah bank untuk merelaksasi pembiayaan ke UMKM," jelasnya.

Adapun pendekatan non-finansial, sambung Alief, difokuskan pada peningkatan daya saing dengan pelatihan dan pendampingan. Para koperasi dan UMKM dilatih dan didampingi dalam hal manajemen keuangan, manajemen pemasaran dan diversifikasi produk.

"Termasuk kami dampingi untuk ciptakan nilai tambah produk. Misalnya, bagaimana UMKM perikanan bisa punya produk baso ikan," ujarnya.

Selain dari Presiden SBY, Banyuwangi juga menerima penghargaan sebagai Koperasi Berprestasi Nasional Jenis Usaha Konsumen, yang diserahkan Menteri Koperasi dan UKM RI, Syarifuddin Hasan. Koperasi yang berhasil mengantarkan Banyuwangi menerima penghargaan ini adalah KPRI Bina Karya Gambiran.

"KPRI Bina Karya ini dinilai sebagai koperasi terbaik dan memiliki kelebihan yang tidak dimiliki koperasi lain. Di antaranya adminitrasinya yang bagus, volume usaha yang tinggi, serta kredit macetnya relatif kecil," tandas Alief.

Detik.com
8:17 PM | 0 comments | Read More

Rusunawa Senilai 25 Miliar Dibangun di Kalipuro

Rusunawa senilai 25 miliar dibangun di Kec Kalipuro, Banyuwangi.
Pemerintah Banyuwangi, Jawa Timur, tahun ini membangun rumah susun sewa (rusunawa) lima lantai. Anggaran rusunawa itu berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebesar Rp 25 miliar.

"Akhir tahun ini kami targetkan selesai," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Kabupaten Banyuwangi Mujiono, 16 Juli 2014.

Rusunawa dengan 200 kamar berukuran 6 x 6 meter itu dibangun di atas lahan 5 hektare di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. Rusunawa ini awalnya akan dibangun di Kecamatan Muncar, sentra nelayan. Namun karena kesulitan lahan, akhirnya rusunawa digeser ke arah utara yang banyak tumbuh industri.

Target penyewa rusun diprioritaskan para buruh pabrik.Mendatang, Pemerintah Banyuwangi akan membentuk unit pelaksana teknis dinas yang akan mengurusi rusunawa. Mujiono berharap rusunawa bisa membantu warga miskin kota untuk mendapatkan rumah yang layak huni.

Anggota Komisi Keuangan, Nasiroh, menyayangkan karena rusunawa itu digeser dari Kecamatan Muncar. Sebab angka penduduk di Muncar lebih tinggi dengan jumlah nelayan miskin yang juga cukup besar.
Awalnya, kata Nasiroh, pengajuan rusunawa ke Kementerian PU untuk mengurangi tingkat kekumuhan permukiman di Muncar. Rusunawa itu juga menyatu dengan program minapolitan yang digagas pemerintah pusat. "Kalau rusunawa digeser, berarti persoalan kekumuhan di Muncar tak terselesaikan."

Tempo.co
2:19 PM | 0 comments | Read More