DALAM 2 HARI, BANYUWANGI DIGUNCANG GEMPA 5 KALI

Banyuwangi Bagus on 06 September 2012 | 9:32 PM

Dalam dua hari, Selasa dan Rabu (4/9 - 5/9) Banyuwangi mengalami serangkaian gempa bumi dengan kekuatan antara 5,1 - 6,5 skala richter.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa pada Selasa (4/9), di Banyuwangi, Jawa Timur, telah empat kali mengalami getaran gempa bumi tektonik.

Menurut BMKG, seperti disampaikan Kepala Stasiun Geofisika di Kotabumi, Lampung, Chrismanto, Selasa malam, empat kali getaran gempa bumi di sekitar Banyuwangi itu, berlangsung sejak dini hari hingga malam.

Gempa di sekitar Banyuwwangi itu pertama kali terjadi pada  pukul 01.23 WIB, Selasa dini hari, menurut BMKG itu, juga terjadi gempa pada lokasi koordinat 11,07 derajat Lintang Selatan (LS) dan 113.86 derajat Bujur Timur (BT) dengan kekuatan 6,5 SR serta kedalaman pusat gempa 10 km, berada di 301 km barat daya Banyuwangi, Jatim.

Gempa kedua terjadi di sekitar Banyuwangi pada pukul 11.27 WIB di wilayah koordinat 10,91 derajat Lintang Selatan (LS) dan 114.00 derajat Bujur Timur (BT), dengan kedalaman pusat gempa 18 km, di wilayah selatan Bali, 282 km barat daya Banyuwangi.

Gempa ketiga terjadi pada pukul 19.07 WIB, di wilayah koordinat 11,01 derajat Lintang Selatan (LS) dan 113,78 derajat Bujur Timur (BT), dengan kekuatan 5,4 SR dan kedalaman pusat gempa 10 km, di 296 km barat daya Banyuwangi.

Kemudian pada pukul 20.31 WIB terjadi gempa bumi kedua pada wilayah koordinat 10,99 derajat Lintang Selatan (LS) dan 113,8 derajat Bujur Timur (BT), dengan kekuatan 5,1 Skala Richter. Kedalaman pusat gempa (episentrum) ini adalah 10 km, berada di 293 km barat daya Banyuwangi, Jatim.

TERPANTAU SEISMOGRAF TANGKUBAN PARAHU

Gempa pada Selasa  (4/9/2012) dini hari di Banyuwangi itu bahkan terpantau oleh Seismograf atau alat pencatat gempa di posko pengamatan Gunung Tangkuban Parahu.

Hal itu sempat mengagetkan petugas di posko pengamatan. Gempa berkekuatan 6,4 skala richter itu sempat diduga berasal dari Gunung Tangkuban Parahu.

"Iya, gempa di Banyuwangi semalam memang terdeteksi (seismograf) di sini," kata pengamat Gunung Tangkuban Parahu, Ilham Mardikayanta, di posko pengamatan Gunung Tangkuban Parahu, Selasa (4/9/2012).

Kekagetan petugas karena beberapa menit sebelum gempa tersebut, sempat terjadi gempa vulkanik di lokasi. "Akhirnya kita dapat laporan memang ada gempa dari Banyuwangi," tuturnya.

Namun ia tidak bisa memastikan apakah gempa tersebut bisa memicu peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Tangkuban Parahu atau tidak. "Itu perlu dikaji lagi," cetus Ilham.

Data di posko tersebut, gempa beberapa kali terjadi dari pukul 00.00-06.00 WIB. Setidaknya tercatat sekali gempa vulkanik dalam (VA), dua kali gempa vulkanik dangkal (VB), sekali gempa tektonik lokal, dan dua kali gempa tektonik jauh.

Untuk tremor, terjadi dari pukul 00.15-04.05 WIB. Besaran ampltitudonya dominan 4-6 mm. Durasinya kurang-lebih 4 jam 10 menit.

GEMPA KELIMA

Menyusul empat kali getaran gempa bumi di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (4/9), pada hari Rabu (5/9) gempa tektonik kembali terjadi.

Menurut Badang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Kotabumi, Lampung, Chrismanto, Rabu, pukul 04.19 WIB telah terjadi gempa bumi berkekuatan 5,2 Skala Richter di barat daya Banyuwangi, Jatim.Berada pada lokasi dengan koordinat 11.01 derajat Lintang Selatan (LS) dan 113.91 derajat Bujur Timur (BT), dengan kedalaman pusat gempa (episentrum) 10 km.

Lokasi gempa itu berada di selatan Jawa; 294 km barat daya Banyuwangi, Jatim; 299 km barat daya Denpasar; 306 km barat daya Badung; 957 km tenggara Jakarta. Gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

DAMPAK GEMPA

Dari rangkaian gempa bumi tersebut, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab dan kemungkinan adanya korban atau kerusakan. Namun dari kesemuanya itu, BMKG menegaskan tidak ada yang berpotensi menimbulkan ancaman tsunami. 

Di Banyuwangi, akibat gempa tidak sampai menimbulkan kerusakan bangunan maupun korban jiwa. "Tidak ada kerusakan," kata Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Achmad Wiyono, Selasa, (4/9).

Berdasarkan laporan yang diterima dari 24 camat se-Banyuwangi mengenai kondisi daerah masing-masing  pasca gempa, tidak ada satu pun bangunan yang rusak maupun korban jiwa.

Menurut Wiyono, meski berpusat di wilayah Banyuwangi getaran gempa tidak terlalu besar sebab berpusat di laut lepas, sejauh 301 km dari pusat kota Banyuwangi. Warga hanya merasakan getaran kecil seperti lindu yang berlangsung beberapa detik.
  
Menurut bisnis.com dampak gempa bumi tersebut, getarannya dirasakan warga di sejumlah kota di Jawa Timur.. Getaran yang sekitar 5-10 detik itu terasa di Banyuwangi, Jember, Pasuruan, Trenggalek, Malang, Blitar, Sidoarjo, bahkan hingga Surabaya.

Menurut Kepala Pusat Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, gempa terjadi di antara lempeng Hindia Australia dan Eurasia. "Pusat gempa pada submarine trench di jalur subduksi lempeng Hindia Australia dan Eurasia," kata Sutopo.

Sedangkan Perusahaan Umum Jasa Tirta 1 Kota Malang, Jawa Timur, masih meneliti dampak gempa tektonik selama dua hari terakhir terhadap potensi kerusakan sejumlah bangunan waduk atau bendungan.

Saat gempa berkekuatan 6,5 SR mengguncang, getarannya mencapai III-IV MMI di Denpasar, II-III MMI di Malang, dan II-III MMI di Banyuwangi. Getaran itulah yang berpotensi mengancam kerusakan sejumlah bendungan.

"Keamanan bangunan bendungan terus dipantau dan diperiksa secara rutin, terutama setelah gempa bumi," kata Sekretaris Perum Jasa Tirta I Sunadji kepada mediaindonesia.

Menurutnya, pemeriksaan bangunan bendungan pascagempa masuk dalam instrumen
pemantauan khusus. Namun, ada instrumen pemantauan lainnya yang tetap dilakukan, yaitu pemeriksaan rutin, berkala, inspeksi besar, dan luar biasa saat bencana banjir.

Pemeriksaan rutin, dilakukan dua kali setiap bulan. Hasilnya dilaporkan ke Kementerian Pekerjaan Umum. Sedangkan pemeriksaan pascagempa yang dianggap bakal merusak konstruksi bendungan hanya dilakukan pascagempa dengan getaran minimum 3-4 MMI, yakni yang dirasakan oleh beberapa orang di dalam rumah dan adanya benda yang digantung bergoyang.


Warga Banyuwangi, Jawa Timur, panik akibat guncangan gempa bumi, Selasa (4/9) dinihari. (Kompas TV)


Terima kasih telah membaca artikel: DALAM 2 HARI, BANYUWANGI DIGUNCANG GEMPA 5 KALI

Artikel Terkait:



0 comments:

Post a Comment