PG GLENMORE AKHIRNYA DIRESMIKAN

Written By Banyuwangi Bagus on 14 Desember 2012 | 21.13

Deputy Bidang Usaha Industri Primer Kementrian BUMN, Muhamad
 Zamkhani, 
Dirut PTPN XII, Singgih Irwan Basri, BupatiBanyuwangi, Abdullah Azwar Anas melihat maket PG Glenmore

Pembangunan Pabrik gula (PG) Glenmore Banyuwangi resmi dilakukan mulai Rabu (12/12/2012). Langkah awal PG terbesar dan termodern di ujung Timur pulau Jawa itu diresmikan dengan seremonial penandatanganan prasasti yang dilakukan Deputy Bidang Usaha Industri Primer Kementerian BUMN,  Muhamad Zamkhani mewakili Mentri BUMN Dahlan Iskan yang berhalangan hadir.
Acara peresmian yang dilakukan di lokasi pembangunan, di kawasan Perkebunan Kalirejo milik PTPN XII itu dihadiri Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. Hadir juga dalam acara Dirut PTPN XII, Singgih Irwan Basri, Dirut PTPN III, Megananda Dariyono dan beberapa Dirut PTPN lain.

Dana investasi pabrik termodern di Indonesia ini mencapai Rp1,6 triliun dan dijadwalkan mulai melakukan giling tebu perdana pada 2015 mendatang. Kebutuhan bahan baku tebu pabrik gula tersebut didukung ketersediaan lahan awal seluas 6.000 hektare milik PT Perkebunan Nusantara XII (Persero). Selain itu akan menyerap tebu rakyat dan perusahaan swasta sebagai lahan kebun tebu plasma.

Guna mengoptimalkan pasokan tebu pabrik baru itu, Pemkab Banyuwangi juga telah menyatakan dukungannya dengan menyiapkan lahan seluas 40.000 hektare untuk mendukung rencana pendirian pabrik bahan baku gula itu. Di Banyuwangi sendiri terdapat lahan tebu cukup luas, tetapi hasil tebangan komoditas itu selama ini dipasok ke pabrik gula berlokasi di kabupaten lain seperti Probolinggo, Pasuruan dan Jember.

Pabrik gula ini merupakan sinergi PTPN III yang berkantor pusat di Medan, PTPN XII dan PTPN XI yang berkantor pusat di Surabaya dengan komposisi kepemilikan saham 60:30: 10. Rencananya, PT Industri Gula Glenmore yang merupakan perusahaan konsorsium tiga BUMN tersebut akan diisi Komisaris Utama Nurhidayat dan dua komisaris lainnya serta Direktur Utama Ade Prasetyo dan dua direksi lainnya.

Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Arum Sabil mengatakan, dengan didirikannya PG baru di Banyuwangi, maka dapat membantu petani mengefisienkan biaya angkut tebu dari lahan ke pabrik. Selama ini sebagian petani tebu di Banyuwangi mengirimkan tebunya ke PG Semboro yang ada di Jember. Sebagian lagi mengirimkan tebunya ke PG Asembagus di Situbondo.

 “Jarak dari lahan tebu di Banyuwangi ke Jember maupun Situbondo setidaknya 100 kilometer. Dari sisi biaya angkut saja sangat tidak efisien. Maka dengan dibangunnya PG di Banyuwangi, maka petani tak perlu jauh-jauh menjaul hasil panen tebunya Jember atau Situbondo,” ujarnya.

 Menurut dia, efisiensi manajemen tebang-angkut tebu tersebut akan mampu meningkatkan kualitas tebu, karena tebu setelah ditebang bisa segera digiling. Sehingga kehilangan gula selama proses pasok tebu dari lahan hingga masuk pengolahan PG bisa ditekan.

Terlebih, lanjut dia, PG Glenmore di Banyuwangi akan dilengkapi dengan teknologi modern untuk menunjang pencapaian rendemen (kadar gula dalam tebu) minimal 10 persen. "Kami memang berharap PG yang baru tersebut dilengkapi teknologi modern, sehingga Insya Allah petani sangat diuntungkan," ujarnya.




Terima kasih telah membaca artikel: PG GLENMORE AKHIRNYA DIRESMIKAN

Artikel Terkait:



0 komentar:

Poskan Komentar