MISTERI WAGINI, ANAK GENDERUWO DARI ALAS PURWO

Banyuwangi Bagus on 14 May 2013 | 12:08 AM


Wagini, warga yang tinggal di sekitar Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur mendadak terkenal. Video dirinya saat tampil di salah satu stasiun televisi swasta diunggah di Youtube dan disaksikan puluhan ribu orang dalam waktu singkat.

Tayangan Bukan Empat Mata di stasiun televisi nasional Trans 7 pada 10 Mei 2013 lalu agaknya mengundang perhatian banyak kalangan. Terutama untuk segmen Wagini si anak genderuwo, berbagai cuplikan video-nya pun mulai marak di YouTube.

Menurut pantauan merdeka.com (12/5), hingga berita ini dimuat, setidaknya sudah ada lebih dari 20 an video yang menayangkan acara yang dipandu oleh Tukul Arwana ini. Hal ini belum termasuk berbagai video amatir yang mencoba menggali kisah kehidupan Wagini.

Adapun video ini sendiri pertama kali diketahui terunggah oleh ID YouTube, Kevin Kaskus. Sejak diunggah hingga saat ini, video tersebut sudah dilihat sebanyak, 79 ribu kali. Angka yang cukup besar untuk video YouTube dengan cakupan pemirsa nasional.

Pada tayangan disalah satu Tv swasta pada Jum`at malam, yang juga dihadiri oleh tokoh Supranatural Ki Ageng Kiwi dan Seorang Tokoh Supranatural Wanita yang juga sebagai Ibu Asuh Wagini,  membahas tentang Ganderuwo dan adat kebiasaannya. Ki Ageng Kiwi memaparkan bahwasanya dia telah berjumpa dengan anak Ganderuwo yang bernama WAGINI dan telah mengangkatnya sebagai anak.

Asal muasalnya si anak Ganderuwo ini adalah hasil hubungan badan antara Bapak Ganderuwo dengan seseorang kembang desa disuatu desa terpencil di daerah Jawa.

Kebetulan suami si wanita sering pergi keluar kota, jadi disuatu malam tiba-tiba sang suami pulang dan langsung mengajak si istri berhubungan badan berkali kali, tetapi disaat hari menjelang pagi sang suami yang sebenarnya pulang dan mengajak berhubungan tetapi si istri menolak ” kan semalam kamu sudah menggauli aku mas, bahkan sampai tujuh kali!” seru sang istri.

Dengan wajah yang kesal si suaminya pun marah ” apa kau bilang aku yang melakukannya, dasar kau wanita murahan tak sudi aku melihat wajahmu lagi pergi kau dari sini!!!” hardik sang suami. Akhirnya sang istripun pergi dan tinggal ditempat orang tuanya.

Hari belalu begitu cepat sampai akhirnya kandungan wanita itupun membesar dan lahirlah seorang anak yang sangat aneh wajahnya buruk sekali dengan tubuh yang ditumbuhi bulu-bulu yang lebat, sang ibu yang pada mulanya masih mengasuh putranya sampai sekitar 5 tahun dan anak tersebut tumbuh sangat cepat dari anak seusianya dengan porsi makan yang banyak sang ibu tidak tahan lagi dan mulai memaki anaknya dan sampai memukul sang anak tapi tiba-tiba muncul sosok Bapak Ganderuwo dengan wujud aslinya yang sangat menakutkan dengan tinggi tiga meter dengan wajah marah membawa anak tersebut pergi.

Saat ini Wagini diasuh oleh seorang Eyang wanita yang bernama Eyang Ratih, dan sang Eyang memang telah dipertemukan oleh Tuhan sebagai Ibu asuh Wagini, dan dapat berkomunikasi dengan Wagini dengan bahasa gaib. Bukan Wagini saja yang diasuh sang Eyang ada juga Manusia Kepiting yang dijumpai di pulau Makasar, memang wujudnya seperti kepiting dengan capit di kedua tangannya dan di badannya ada bulatan. Konon manusia kepiting tersebut adalah seorang pangeran kepiting.

Menurut Eyang Ratih, Wagini ini masih berumur bulanan hitungan di alam gaib walau tampak seperti orang dewasa di dunia Nyata, tampak jelas giginya belum tumbuh yang ada cuma gusi saja. Eyang juga memaparkan pertemuannya dengan wagini disaat dia pergi kesalah satu hutan dan melihat wagini sedang membawa kayu di hutan, banyak orang ketakutan melihat Wagini. Karena merasa Iba saya menemuinya dan akhirnya sampai saat sekarang dia ikut saya dan saya asuh bersama teman-teman sebangsanya di kediaman saya.

PERTEMUAN WAGINI DENGAN EYANG RATIH

Bisikan gaib menjadi pintu masuk bagi Eyang Ratih untuk bertemu dengan Wagini anak genderuwo asal Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur. Kala itu Wagini yang berusia 12 tahun hidup seorang diri.

Pedangdut yang juga praktisi supranatural Ageng Kiwi mengisahkan jika Eyang Ratih sering mendapat perintah untuk mendatangi tempat-tempat tertentu seperti gunung dan hutan. Di tempat-tempat itu Eyang Ratih bersemedi untuk memohon petunjuk.

"Pas ke Banyuwangi, kampung Wagini, eyang lihat sosok manusia aneh tidak bisa ngomong," ujar Ageng kepada merdeka.com, Senin (13/5).

Pada Jumat (10/5), Ageng Kiwi tampil dalam acara Bukan Empat Mata di Trans 7 bersama Wagini dan pengasuhnya Eyang Ratih. Kini, video acara itu paling banyak dicari orang di situs berbagi video YouTube.

Awal bertemu, kata Ageng, Eyang Ratih mengira Wagini adalah mahluk halus, sehingga dibacakan sejumlah ayat suci Alquran. Tetapi Wagini tetap tidak mau pergi, malahan memberi sinyal ingin terus ikut Eyang Ratih.

"Wagini nangis minta ikut. Eyang melihat kalau Wagini anak baik," tuturnya.

Menurut Ageng, Eyang Ratih yang memiliki nama asli Tuti memang memiliki kelebihan spiritual seperti mengobati orang sakit. Dengan kelebihan itu, Eyang Ratih dengan telaten mengasuh dan mengajari Wagini.

"Sudah hampir 15 tahun Wagini diasuh oleh Eyang Ratih," tandasnya.

PENDAPAT PROF. WIMPIE  PANGKAHILA

Guru besar dari Departemen Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali, Wimpie Pangkahila menyangkal semua cerita itu. Dia menjelaskan, tidak mungkin ada anak genderuwo yang disebut-sebut buah hubungan percintaan antara manusia dengan genderuwo.

"Kalau orang mirip genderuwo iya. Saya kira berita itu tidak benar, itu pembodohan," katanya ketika dihubungi merdeka.com, Senin (13/5).

Wimpie menjelaskan, tidak pernah ada cerita secara ilmiah bahwa genderuwo memiliki anak hasil hubungan badan dengan manusia. Kemungkinan yang ada, kata dia, anak itu mungkin cacat fisik, berwajah buruk, kurang gizi atau memiliki kelainan fisik.

"Nah itu lho yang saya kira sangat membodohi masyarakat. Kasihan dia," tandasnya.

sumber : Merdeka.com, Forum Viva



Terima kasih telah membaca artikel: MISTERI WAGINI, ANAK GENDERUWO DARI ALAS PURWO

Artikel Terkait:



1 comment: