PEDULI GIZI GENERASI MUDA, BANYUWANGI RAIH GIZI AWARD

Banyuwangi Bagus on 29 January 2014 | 11:20 PM

Banyuwangi meraih penghargaan Gizi Award Jawa Timur
Kabupaten Banyuwangi kembali berhasil meraih prestasi di tingkat provinsi. Setelah beberapa hari lalu meraih predikat Investment Award, kini Banyuwangi kembali menorehkan prestasi bidang kesehatan, yakni Gizi AwardTingkat Provinsi Jatim.

Penghargaan tersebut diberikan oleh ketua DPD Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Jawa Timur, Andryanto kepada Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko di Surabaya, akhir pekan lalu. Penghargaan Gizi Award yang diterima oleh Banyuwangi diberikan untuk Kategori Peduli Status Gizi Anak Sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono mengatakan, Kabupaten Banyuwangi memperoleh penghargaan karena dianggap memiliki kepedulian paling tinggi diantara daerah lain di Jawa Timur terhadap upaya peningkatan status gizi anak sekolah melalui tindakan yang nyata.

Ia menjelaskan, upaya peningkatan gizi anak sekolah tersebut dilakukan mulai tingkat Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) melalui program usaha kesehatan sekolah (UKS). Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain pemantauan status gizi siswa melalui kartu menuju sehat (KMS) di sekolah. Kegiatannya meliputi penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan secara rutin di ruang UKS sekolah. Selain itu juga dilakukan pembinaan kantin sekolah lewat program UKS.

Menurutnya, perilaku anak didik yang membeli jajanan di luar pagar sekolah menjadi tantangan tersendiri dalam upaya peningkatan gizi. Sebab, masih banyak yang belum mengerti tentang jajanan yang sehat dan yang tidak sehat. Karena itu, anak-anak juga dididik tentang makanan yang sehat dan bergizi melalui program UKS yang dibimbing langsung oleh petugas gizi puskesmas, guru UKS maupun kader kesehatan sekolah agar tidak jajan sembarangan.


Untuk mengontrol para penjual makanan di luar pagar sekolah, Dinkes Banyuwangi bekerjasama dengan BPOM Surabaya untuk melakukan sidak 3 bulan sekali, terhadap para penjaja makanan di beberapa sekolah yang terindikasi menjual makanan tidak sehat. "Jika ditemukan pedagang yang menjual makanan tidak sehat dan berbahaya, maka Dinkes bersama BPOM menarik makanan tersebut dan memberikan penyuluhan kepada penjualnya. Setelah dilakukan penyuluhan, maka Dinkes akan terus memonitoring penjual makanan tersebut," ujarnya.

Kabarbisnis.com

Terima kasih telah membaca artikel: PEDULI GIZI GENERASI MUDA, BANYUWANGI RAIH GIZI AWARD

Artikel Terkait:



0 comments:

Post a Comment